Presiden Soesilo bambanG Yudhoyono (SBY) meminta dana tanggap darurat Rp 100 miliar cepat cair dan tidak terhambat birokrasi. Diingatkan pula agar uang tersebut tidak disunat alias diselewengkan.
"Dana 100 miliar harus mengalir, jangan ada birokrasi lagi. Ini darurat, kecepatan penting," kata SBY dalam arahannya ketika meninjau posko penanganan bencana di Balaikota Pariaman, Sumbar, Jum'at (2/10).<>
Menurut SBY, meski birokrasi dinomorduakan demi kecepatan, namun diingatkannya jangan sampai ada penyelewengan. Yang penting uang itu digunakan dengar benar dan tidak terdapat penyimpangan ke sana kemari.
Ucapan SBY itu langsung disambut tepuk tangan puluhan warga yang menyimak arahannya. Namun, Kepala Negara juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah curiga kepada pemerintah dalam hal penggunaan dana bencana.
Dalam arahannya, SBY menyebutkan dana tanggap darurat yang disediakan pemerintah sebesar Rp 100 miliar untuk segala kegiatan menyelamatkan jiwa dilakukan dalam waktu dua bulan.
Namun, apabila tahap tanggap darurat bisa selesai kurang dari dua bulan, maka tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dimulai dengan dana baru yang besarnya akan ditentukan kemudian oleh pemerintah. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua