Muktamar ke-32 NU yang berlangsung di Makassar akhir Maret 2010 lalu menghasilkan perubahan AD/ART yang baru, termasuk didalamnya penambahan badan otonom, lajnah dan perubahan lembaga NU sesuai dengan visi barunya.
Lembaga yang mengalami perubahan nama diantaranya adalah Lembaga Pelayanan Kesehatan (LPK-NU) menjadi Lembaga Kesehatan (LK-NU), Lazis NU menjadi LAZ-NU), Lembaga Takmir Masjid Indonesia (LTMI) menjadi (LTM-NU).<>
Ketua PBNU KH Abas Muin menjelaskan perubahan nama ini disesuaikan dengan visi baru kelembagaan. “Misalnya LPKNU dirubah menjadi LKNU agar memiliki cakupan kerja yang lebih luas, tak hanya pelayanan, tetapi masuk juga dalam ranah preventif dan advokasi kebijakan kesehatan,” katanya, Kamis.
Jika pada periode sebelumnya, hanya terdapat dua lanjah, kali ini dimunculkan Lanjah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama dengan tugas mengembangkan pendiidkan tinggi Nahdlatul Ulama. Lajnah ini merupakan transformasi dari Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU).
Salah satu badan otonom lama yang vakum karena kebijakan orde baru yang mengharuskan semua guru masuk dalam PGRI, yaitu Persatuan Guru NU (Pergunu), secara resmi dihidupkan lagi menjadi badan otonom NU. (mkf)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua