Jakarta, NU Online
Sidang gugatan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan Dr. Ignas Kleden, sebagai saksi ahli dibidang sosiologi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.
Ignas mengatakan bahwa keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah sesuai dengan ketentuan, yaitu meskipun ada konsensus yang telah ditetapkan secara informal, untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) tetap dibutuhkan pegangan legal.
<>Sedangkan ketika ditanya apakah menurut pandangan ahli, Gus Dur mampu secara sosiologis untuk menjadi presiden, Ignas mengatakan bahwa ia tidak bisa menjawab hal tersebut, karena banyak faktor lain yang juga berpengaruh.
Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Cicut Sutiarso tersebut melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, dari empat saksi yang direncanakan hadir. Keempat saksi tersebut adalah anggota DPR dari fraksi PKB Ali Masykur Moesa, anggota DPR dari fraksi Golkar Agun Gunarsah, Kartono Muhammad, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sosiolog Ignas Kleden.
Namun yang didengar kesaksiannya hanya dua orang, yaitu Ali Masykur Moesa dan Ignas Kleden, karena alasan keterbatasan waktu.
Ali mengatakan bahwa KPU seharusnya tidak menginterpretasikan pasal 6 ayat 1 Undang-Undang Dasar (UUD) 45, dan pasal 6 d Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 2003, karena diketerangan sudah dinyatakan cukup jelas.(mkf/an)
   Â
Â
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
4
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
5
Rais Aam PBNU Apresiasi Hasil Pembahasan Munas-Konbes NU 2026
6
Berikut 5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan
Terkini
Lihat Semua