Sulit melacak keberadaan teroris yang ngumpet di pemukiman padat penduduk. Namun jika penerapan Single Identity Number (SIN) disempurnakan, gerak-gerik teroris menjadi sulit. Sehingga pemberantasan teroris bisa optimal.
"Penerapan SIN perlu secepatnya dilakukan. Tidak boleh ada warga negara yang memiliki nomor kependudukan lebih dari satu. Meski namanya sama, SIN-nya pasti beda," kata mantan anggota Komisi III yang juga Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin di Jakarta, Sabtu (10/10).<>
Politisi PPP ini menilai, tertangkapnya teroris oleh polisi merupakan pelajaran yang cukup berharga terkait daftar kependudukan. Ada beberapa langkah preventif yang harus segera dilakukan.
"Itu adalah dengan menyempurnakan data kependudukan. Dengan demikian RT harus bisa mendeteksi siapa-siapa warganya," ujar Lukman.
Penerapan SIN memang pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. Namun, faktor lain seperti masyarakat perkotaan yang cenderung individualis juga menjadi ganjalan.
"Saya kira masyarakat kota permasalahannya seperti itu. Hal penting adalah data kependudukannya agar mudah dideteksi. Karena masyarakat kota biasanya tidak pernah tahu orang yang tinggal di sekitarnya," pungkas pria berkacamata ini. (min)
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
3
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
4
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
5
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
6
Hari Ke-22 Operasional, Tim SAR Temukan 2 Jasad Korban KM Virgo Transport 8
Terkini
Lihat Semua