Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dihelat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih 6 bulan lagi. Namun gaungnya kini sudah mulai terasa. Warga NU Jawa Barat (Jabar) pun mulai menyiapkan diri guna menyongsong perhelatan akbar lima tahunan tersebut.
Serangkaian acara sudah disiapkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar. Antara lain berupa Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II dan Pelatihan Instruktur se-Jawa Barat yang akan melibatkan 26 PCNU se-Jawa Barat.<>
Sekretaris PWNU Jabar H Wahyu Wibisana kepada NU Online di Bandung mengatakan, kegiatan Muskerwil II PWNU Jabar akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Az-Zainiyyah, Nagrog, Salabintana, Kabupaten Sukabumi, 29-30 Juni 2009.
Muskerwil akan dibuka Senin (29/6) malam ini, dengan menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi. Selain membuka Hasyim juga akan menyampaikan taushiyah dan orasi mengenai berbagai isu aktual.
“Kami berharap Muskerwil II PWNU Jabar akan memberikan banyak masukan bagi pembenahan dan pengembangan NU di Jabar. Selain itu, hasil yang dicapai akan dijadikan sebagai rekomendasi yang akan dibawa ke muktamar,” kata Wahyu.
Pengurus PWNU lainnya, H Kurtubi, menambahkan, pada Muskerwil kali ini pihak PWNU juga menggelar peklatihan instruktur. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wahana bagi revitalisasi kaderisasi NU di Tatar Sunda.
“Selama ini PBNU sering menjuluki NU Jabar sebagai ahabul kahfi. Kami terus melakukan pembenahan internal dan penyehatan organisasi, kini alhamdulillah geliatnya mulai terasa,” ujar Kurtubi.
Lebih lanjut Kurtubi mengemukakan, PWNU Jabar akan terus menggalakkan pembenahan organisasi. Hal itu tidak hanya berlaku di level PW, namun diperluas hingga ke bawah, mulai cabang dan majelis wakil cabang (MWC). Bahkan hingga ranting di level desa dan kelompok anak ranting (KAR) di tingkat RW.
“Kami ingin semua pemangku kepentingan NU mengelola organisasi ini secara serius, demgan menerapkan tata kelola organisasi yang baik dan menguatkan kaderisasi. NU Jabar sangat potensial, karena itu harus dikelola dengan baik agar maju dan bermanfaat bagi umat,” tegasnya.
Semangat itulah, sambung Ketua Panitia KH Zezen ZA Bazul Ashab, yang mendorong PWNU menggelar pelatihan instruktur yang dirangkai dengan Muskerwil. Melalui pelatihan tersebut diharapkan para pemimpin NU di tingkat cabang hingga ke bawahnya dapat memahami dengan baik tata kelola organisasi serta mulai menggalakkan kaderisasi.
“Tantangan yang dihadapi NU Jabar sangat berat. Berbagai aliran pemikiran dan gerakan transnasional tumbuh subur di Jabar. Bahkan aliran sempalan dan nabi palsu banyak lahir di Jabar. Karena itu NU harus merespon gejala ini secara tepat. Paham aswaja yang dianut NU harus dapat ditafsirkan secara kontekstual dalam bahasa yang mudah dicerna umat,” papar Zezen. (hir)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua