Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nahdlatul Ulama Jakarta memberdayakan sejumlah mahasiswa daerah perbatasan Indonesia dengan negara Malaysia dan Papua Nugini. Pemberdayaan itu dilakukan melalui program beasisiswa wilayah perbatasan.
“Program ini sudah jalan satu tahun. Baru tujuh orang mahasiswa. Mereka berasal dari Nunukan, Sebatik, Ambalat (Kalimantan) dan Mereuke (Papua),” terang Dr Nasrullah Jasam, di gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa (31/1).
<>Melalui program ini, lanjut Pembantu Ketua II (Puka) STAINU JAKARTA, STAINU ingin berkontribusi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam mempertahankan keutuhan wilayah.
“Mereka diharapkan untuk, selain soal perbatasan wilayah NKRI, diharapakan untuk kembali ke tempat asalnya untuk mengabdi,” tambahnya.
Program ini, lanjut Nasrullah, merupakan kerja sama STAINU dengan Kementrian Agama Republik Indonesia Direktorat PD Pontren Subdit Pendidikan Pesantren. Para mahasiswa tersebut mendapat beasiswa selama empat tahun.
“Mereka mendapat beasiswa selama empat tahun. Sampai selesai di STAINU,” tambahnya. “Kebetulan salah seorang dari tujuh mahasiswa itu mengikuti kelas internasional. Ia bernama Habiburahim berasal dari Merauke, akan dikirim ke Universitas Ibn Tufayl di Maroko,” pungkas Nasrullah.
Awal bulan ini, STAINU akan memberangkatkan 21 mahasiswa dan mahasiswinya ke Universitas Ibn Tufayl Maroko untuk mendalami studi Islam.
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua