Syekh Soleh Basalamah: Puasa itu Madrasah
NU Online · Sabtu, 22 Agustus 2009 | 20:38 WIB
Manusia diciptakan di muka bumi ini tiada lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka fungsi dan peranan ibadah itu sendiri harus dihayati agar tidak dianggap sebagai beban.
“Allah SWT, pada dasarnya tidak butuh ibadahnya manusia,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Brebes Syekh Soleh Muhammad Basalamah kepada NU Online di rumahnya kompleks pesantren, Sabtu (22/8).<>
Allah SWT, lanjutnya, hanya memberi rambu-rambu alias petunjuk. Kalau manusia beribadah, tiada lain agar hidupnya bisa berubah dalam segala aspek. Beberapa ayat menjelaskan, bila shalat maka akan dijauhkan dari sifat nahi dan mungkar. Bila sedekah maka akan ditambah rizkinya dan bila puasa maka akan ditingkatkan derajat takwanya.
Makanya, kata Syekh Soleh, Ramadhan berfungsi sebagai Madrasahnya kaum Muslimin. Saat belajar di madrasah, siswa harus mampu menunjukan prestasinya agar naik kelas. Ada juga proses pembelajaran yang dilakukan secara tertata dengan jam pelajaran yang telah ditentukan pula.
Nilai-nilai ibadah itu, akan diganjar positif ataupun negatif langsung oleh ‘Sang Guru Agung’, Allah SWT. “Sebagai pribadi muslim, harus introspeksi diri disetiap Ramadhan,” tandasnya.
Contoh kecil, lanjut Syekh Soleh, ketika belum balik ibadah puasa hanya sekadar menahan haus dan lapar. Setelah dewasa, tentu harus ditambah dengan amalan-amalan sholeh lainnya. Tahun yang lalu dalam satu Ramadhan hanya hatam sekali maka tahun ini harusnya hatam 2 kali dan seterusnya. Bagi para aghnia dewasa, harus ditambah sedekahnya.
Dia berharap, di dalam Ramadhan kita bisa bertambah ilmunya. “Sekarang kita lagi duduk di kelas berapa, maka ilmu dan amalnya harus di seimbangkan,” harapnya.
Ibarat menanam pohon, maka bertambah tahun akan tumbuh, berbuah dan panen. “Ketika kita mencapai derajat takwa, maka kita dikategorikan sebagai hamba yang berhak panen, fitrah di hari raya,” pungkasnya. (was)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua