Ta’jil, Menggugah Umat Beramal
NU Online · Sabtu, 21 Agustus 2010 | 18:09 WIB
Ta’jil atau makanan ringan saat buka puasa, selalu tersedia di rumah, di tempat perbelanjaan, bahkan di Masjid dan Mushola. Makanan ringan pembuka puasa ini, banyak macam dan ragamnya. Sesuai dengan ke khasan daerah tersebut. Lewat tajil pula, orang berlomba-lomba menyediakannya sebagai bentuk amalan di bulan puasa.
“Tajil, dari makna kata ajala, tajilu yang artinya menyegerakan berbuka, menjadi tradisi masyarakat Indonesia,” terang Ketua Yayasan Masjid Agung Brebes (MAB) Drs KH Rosjidi saat bincang-bincang dengan NU Online, Jumat (20/8) lalu.<>
Yang mendasari Tajil, urai Kiai Rosjidi, sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SWT yang artinya siapa yang memberi makanan untuk buka puasa, maka pahalanya sama seperti orang yang berbuka puasa itu. Sehingga orang yang mengerti akan berlomba-lomba menyediakan tajil baik di Masjid, Mushola dan tempat-tempat umum lainnya.
Demikian juga yang dilakukan pengurus MAB, lanjutnya, selalu menyediakan Tajil sejak awal hingga akhir Ramadhan. “Pengurus selalu menyediakan Tajil untuk para jamaah sholat maghrib dan musyafir,” terangnya.
Bentuknya, berupa korma dan air teh. Dipilihnya korma, karena Nabi Muhammad SAW berbuka puasa dengan tiga butir korma dan minuman manis. MAB hanya menyediakan 2 dus atau 20 kilogram kurma kualiatas madinah, gula 30 kilo dan teh 2 bos. Bahan-bahan itu dikelola oleh seorang janda tua. Sejak dahulu, wanita itu membuat minuman dan membungkusi kurma. “Dia tak mau meminta imbalan apapun, konon katanya sebagai bakti pada Allah SWT,” papar Kiai Rosjidi.
Meskipun demikian, masyarakat sekitar Masjid selalu mengirim tajil ke masjid. Bentuknya pun bermacam-macam. Untuk menghindari adanya penumpukan jumlah makanan yang tersedia, maka pengurus membuat edaran jadwal pemberian tajil.
“Tapi ada juga yang nylonong memberikan kepada pengurus masjid untuk dibagikan kepada jamaah, kebanyakan dari masyarakat yang jauh dari masjid,” ungkapnya.
Sedangkan dari pengusaha, instansi dan perusahaan secara insidental memberikan. Banyak dan bentukannya bermacam-macam sesuai kemampuan dan keikhlasan pembeli. “Bila tajil tersisa, maka digunakan untuk konsumsi para remaja yang tadarusan,” pungkasnya. (was)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
4
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
5
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
6
Khutbah Jumat: Puasa, Al-Qur’an, dan 5 Ciri Orang Bertakwa
Terkini
Lihat Semua