Jakarta, NU Online
Pemerintah Turki berencana membantu korban bencana alam di Indonesia, terutama korban semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur dan gempa bumi di DI Yogyakarta. Bantuan kemanusiaan itu akan disalurkan lewat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi usai menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia Indonesia Anjdi Evirgren di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (22/3) kemarin. Hasyim, demikian ia akrab disapa, mengatakan, PBNU menyambut baik tawaran tersebut.
“Intinya, Turki ingin bekerja sama dengan PBNU untuk membantu korban musibah di Tanah Air, terutama korban lumpur Lapindo dan gempa di Yogyakarta,” ungkap Hasyim kepada NU Online usai pertemuan tersebut.
Sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang kemanusiaan itu, dalam waktu dekat, Anjdi Evirgren dan PBNU akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana lumpur Lapindo dan DI Yogyakarta untuk melakukan survei. Sebab, kedua belah pihak tidak dapat menentukan jenis bantuan yang akan diberikan, tanpa melihat secara langsung kondisi para korban.
”Dia (Anjdi Evirgren, Red) mengajak kami datang ke Sidoarjo dan Yogyakarta dulu,” tutur Hasyim.
Sebagai warga asli Jawa Timur, Hasyim turut merasa prihatin melihat kondisi para korban lumpur Lapindo yang belum menemui kejelasan. Karena itu, PBNU sangat senang dengan tawaran pemerintah Turki tersebut.
Sebelumnya, Selasa (20/3) lalu, Hasyim bertemu dengan perwakilan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Urusan Kemanusiaan (United Nations Office for Coordinator of Humanitarian Affairs (UNOCHA). Dalam pertemuan itu, PBNU meminta PBB untuk mencarikan dana guna membantu para pengungsi yang juga korban lumpur Lapindo. Bantuan itu diharapkan dapat secara langsung dirasakan manfaatnya bagi para korban.
Chief UNOCHA untuk Indonesia Abdul Haq Amiri sendiri menyatakan, lembaga di bawah PBB yang dipimpinnya memang berkepentingan untuk membantu para korban berbagai bencana alam di Indonesia, khususnya korban lumpur Lapindo. Menurutnya, pihaknya merasa sangat perlu untuk melakukan kerja sama dengan PBNU. (rif/amh)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
6
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
Terkini
Lihat Semua