Perkembangan teknologi di bidang informasi yang disusul dengan penyebaran informasi dari dan ke seluruh dunia sedemikian cepatnya menyebabkan problem masyarakat semakin beragam. Para ulama tidak bisa menutup dari dari kenyataan itu, malahan harus bisa mengambil manfaat dari perubahan itu.
Ketua Lembaga Dakwah NU Sumatera Barat Ust. Wakidul Kohar mengatakan, para ulama dan ilmuan tidak dapat menutup diri dari perubahan dengan mengampanyekan semboyan ’kembali kepada ajaran murni’, karena ajaran Islam justru memberikan peluang untuk maju dan berubah.<>
”Perubahan cara berkomunikasi itu membuka kemungkinan bahwa orang yang berada di belahan bagian timur akan tahu apa yang terjadi pada belahan dunia bagian barat hanya dalam hitungan detik. Bahkan lebih dari itu, manusia bisa saja mengikuti terjadinya sebuah peristiwa detik demi detik,” katanya di di Padang, Sumatera Barat, Ahad (2/3).
Dikatakannya, mayoritas ulama dan intelektual Islam masih miskin informasi di tengah kekayaan khazanah informasi Islam, terkait dengan perkembangan pemikiran maupun pola-pola pembangunan sosial, ekonomi, politik, dan pendidikkan ahlak.
“Banyak yang merasa tidak aman dengan perubahan di setiap abad. Karena tidak merasa aman, maka yang muncul kemudian adalah komunikasi defensif, rival dari komunimasi supportif yang sebenarnya ada manfaatnya untuk Islam,” kata Kandidat Doktor Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta itu.
Namun di sisi lain tantangan terbesar bagi perkembangan teknologi di bidang informasi adalah dampak psikologis berupa adiksi atau ketergantungan yang berlebihan terhadap beragam informasi.
“Kita sering menjadi konsumen informasi, dan bukan produsen infrormasi. Padahal Islam pada awalnya adalah merupakan tumpuan informasi manusia ketika itu. Atau tepatnya Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia. Para ulama dan inteltual ketika itu adalah orang-orang yang suka terhadap Ilmu apa saja,” lanjutnya. (nam)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua