Ulama Kanada Terbitkan Petunjuk Jihad Lawan Terorisme
NU Online · Senin, 12 April 2010 | 06:07 WIB
Ulama terkenal asal Kanada, Muhammad Tahir ul-Qadri menerbitkan dokumen 600 halaman berisi petunjuk melawan kekerasan atas nama Islam. Menurutnya, tak satupun perintah agama, atau fatwa, yang menyarankan bom bunuh diri dan tindakan teroris lain untuk memperjuangkan agama. "Ini jihad saya terhadap terorisme," katanya kepada Daily News baru-baru ini.
Menurutnya, Islam adalah agama yang memuliakan kehidupan. "Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, tidak ada hak membunuh bagi manusia atas manusia lainnya. Membunuh adalah melawan Islam dan lawan setiap agama serta nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.<>
Qadri kelahiran Pakistan, 59 tahun lalu ini menyatakan dokumennya ini akan segera disebarkan. "Ini akan memakan waktu namun secara bertahap akan bekerja," tambahnya.
Ia yakin dokumen yang dikumpulkannya itu akan membawa hasil yang sangat positif dalam mengubah pikiran pemuda Islam. Namun, dia mengakui bahwa ada banyak pemuda - ratusan, setidaknya - yang berpikir sangat "radikal" bahwa tidak ada yang meyakinkan mereka untuk mengubah cara-cara mereka.
"Mereka radikal dan mereka telah dicuci otak juga - jadi sekarang tidak ada tempat di pikiran mereka, tidak ada ruang untuk bukti apapun, setiap argumen atau alasan apapun," katanya.
Qadri mendirikan organisasi Islam Minhaj-ul-Quran di Pakistan pada tahun 1990 dan sekarang aktif di lebih dari 100 negara, termasuk Amerika Serikat. Dia telah mengajar tentang materi kekerasan dalam agama selama lebih dari 15 tahun dan mengklaim sebagai satu-satunya ulama di Pakistan secara terbuka untuk mendukung perang melawan teror setelah 9/11.
Ia melakukan ceramah yang disiarkan setiap hari di seluruh dunia selama satu jam di televisi Islam yang berbasis di Dubai, QTV. Dia juga telah menulis lebih dari 1.000 buku dan memiliki lebih dari 6000 khotbah online. "Saya tidak akan mengatakan, misalnya, fatwa ini akan mengubah pikiran Bin Laden," tambah Qadri.
"Tapi saya akan mengatakan bahwa pemuda yang radikal dan di masa mendatang memiliki potensi untuk digunakan untuk pemboman bunuh diri, fatwa ini akan mampu mencegah mereka." (ful)
Terpopuler
1
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
2
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
5
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
6
Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Terkini
Lihat Semua