Wapres Boediono: Indonesia Beruntung Miliki NU
NU Online · Senin, 26 September 2011 | 10:32 WIB
Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Boediono, Senin, 26 September 2011 melakukan kunjungan kerja ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat. Wapres menilai keberadaan NU penting untuk pembangunan bangsa, bahkan Indonesia dianggap beruntung memilikinya.
Dalam pertemuan dengan Ketua Umum dan segenap pengurus PBNU, Boediono mengibaratkan Indonesia sebagai perahu yang harus memiliki jangkar untuk menjaga keseimbangan. NU sebagai civil society bernafaskan Islam dinilai bisa menjalankan fungsi tersebut dengan baik.
"Indonesia ini beruntung memiliki NU. Ibarat kapal, Indonesia ini akan sulit tanpa adanya jangkar," kata Boediono di hadapan pengurus PBNU. <>
Sementara di hadapan sejumlah wartawan setelah menyelesaikan pertemuan dengan pengurus PBNU, Boediono menyampaikan kedatangannya untuk menyambung tali silaturahmi. Sejumlah hal juga diakui dibahas bersama, di antaranya solusi untuk mengatasi aksi terorisme yang Ahad kemarin kembali terjadi di Indonesia.
"Kita melakukan pembicaraan yang relevan. Antara lain bagaimana mengatasi terorisme di Indonesia, bagaimana mengoptimalkan peranan Ormas untuk membantu Pemerintah mengatasi permasalahan tersebut," ujar Boediono.
Terkait terorisme sendiri, Boediono menilai kembali terjadi karena sejumlah faktor, di antaranya masalah pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang terus harus ditingkatkan. Dalam hal ini Pemerintah akan menggandeng Ormas untuk melakukannya.
"Masalah sosial juga kami bahas. NU bisa membantu Pemerintah mengatasi masalah sosial, yang merupakan salah satu penyebab masih maraknya terorisme," lugas Boediono.
Kunjungan Boediono ke kantor PBNU berlangsung sekitar 2 jam. Datang pada pukul 12.30 WIB, rombongan Wapres meninggalkan PBNU pada pukul 14.30 WIB.
Redaktur : Emha Nabil Haroen
Kontributor : Samsul Hadi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua