Warga NU Cirebon Desak DPRD Terbitkan Perda Pelarangan FPI
NU Online Ā· Kamis, 5 Juni 2008 | 19:20 WIB
Sekira 2 ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Keluarga Besar NU Cirebon, Jawa Barat, berunjuk rasa di Kantor DPRD setempat, Kamis (5/6). Dalam aksinya, massa mendesak DPRD menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan keberadaan organisasi Front Pembela Islam (FPI) di Cirebon.
KBNU yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi masyarakat di Cirebon itu menilai, FPI merupakan kelompok Islam yang selalu menebarkan kekerasan. Salah satu buktinya adalah insiden penyerangan FPI terhadap para aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Jakarta, 1 Juni lalu.<>
āPaling anarkis adalah FPI. Organisasi ini terbukti melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap kelompok yang berbeda keyakinan, dan kelompok minoritas,ā kata Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah, Buntet, Cirebon, KH Abbas Fuad Hasyim, yang juga turut dalam aksi itu. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Ali Mursyid.
Ia meminta aparat bertindak tegas dengan membubarkan FPI karena aksi kekerasan yang dilakukan selama ini sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Apalagi, katanya, dalam insiden Monas yang mengakibatkan beberapa orang luka-luka itu, terdapat kiai, intelektual dan aktivis NU yang menjadi korbannya.
Selain menuntut pembubaran FPI, pengunjuk rasa juga meminta aparat secepatnya mengadili pemimpin FPI dan pengikutnya yang menjadi pelaku insiden Monas itu. Mereka menyatakan menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama.
Aksi damai yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga dan berakhir 12.00 WIB itu, sebelumnya dilakukan di Mapolres Kabupaten Cirebon. Massa menuntut pihak kepolisian menyepakati pembubaran FPI.
Sejumlah organisasi yang tergabung dalam aksi itu, di antaranya, Keluarga Mahasiswa NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Keluarga Alumni PMII, Ikatan Pelajar NU, Ikatan Pelajar Putri dan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU Cirebon.
Tampak pula, Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa, Partai Kebangkitan Bangsa, Komunitas Seniman Santri serta berbagai kalangan muda pesantren Cirebon. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua