Daerah

GP Ansor Pasaman Barat Raih Penghargaan sebagai Ormas Paling Responsif Bantu Korban Bencana

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:30 WIB

GP Ansor Pasaman Barat Raih Penghargaan sebagai Ormas Paling Responsif Bantu Korban Bencana

Pengurus PC GP Ansor dan Personel Bagana Kabupaten Pasaman Barat saat menerima penghargaan dari Bupati Pasaman Barat, pada Sabtu (24/1/2026). (Foto: dok. GP Ansor Pasaman Barat)

Jakarta, NU Online

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Tanggap Bencana (Bagana) Pasaman Barat, Sumatra Barat meraih penghargaan sebagai organisasi kemasyarakatan paling responsif dalam membantu korban bencana di Sumatra selama hampir dua pekan.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, kepada Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasaman Barat, Suharjo di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, pada Sabtu (24/1/2026). Pengakuan ini diberikan atas rangkaian kegiatan kemanusiaan yang dilakukan GP Ansor pada 13-25 Desember 2025 di wilayah terdampak bencana.


Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Suharjo menyampaikan bahwa penghargaan tersebut memiliki makna yang jauh melampaui simbol formal.


“Makna Penghargaan Ini bukan sekadar piagam, Ini bukti nyata bahwa kerja ikhlas karena Allah itu terlihat. Alhamdulillah dengan senyuman korban yang terlihat senang dan bahagia melihat GP Ansor Datang membersamai mereka” ujarnya kepada NU Online, Selasa (27/1/2026).


Ia menjelaskan, keberhasilan GP Ansor bergerak cepat tidak terlepas dari sistem komando dan disiplin organisasi yang terbangun kuat.


“Ansor Berdampak Itu kunci kami. Kami punya sistem komando terstruktur layanan pasukan. Begitu bencana datang, perintah dari pimpinan Pusat, Wilayah, langsung kami tanggapi,” ujarnya.


Namun, kerja kemanusiaan di lapangan bukan tanpa tantangan. Suharjo mengakui keterbatasan logistik dan beratnya medan menjadi ujian tersendiri bagi kader.


“Tantangan terberat itu jiwa dan raga. Medan ekstrem, logistik minim. Tapi kami punya senjata iman,” katanya, seraya mengutip keyakinan bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan.


Proses evakuasi korban, menurutnya, merupakan bentuk nyata penyelamatan nilai kemanusiaan. Sejak hari pertama bencana, GP Ansor langsung turun melakukan evakuasi, mendirikan posko yang berfungsi sebagai pusat koordinasi dan spiritual, serta menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan alat kesehatan.


“Kami tak banyak bicara, langsung aksi nyata,” tegas Suharjo.


Suharjo menyampaikan bahwa Bupati Pasaman Barat, Yulianto menyebut GP Ansor sebagai pasukan siap tempur yang militan dan humanis.


“Ini sinergi antara umara dan ulama untuk kemaslahatan rakyat,” ujarnya.


Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, GP Ansor Pasaman Barat tetap aktif terlibat. Kondisi infrastruktur dinilai belum sepenuhnya pulih, terutama akses air bersih di wilayah terpencil. GP Ansor pun bergotong royong membersihkan jalan, memperbaiki saluran air, serta mendampingi warga secara sosial dan psikologis.


“Kami hibur anak-anak, kami ajak bermain sambil menghafal Quran, ibu-ibu kami kumpulkan untuk majelis dzikir dan tausiyah penenang jiwa, pendekatan healing by faith menjadi ciri khas pendampingan GP Ansor, sebagai wujud dakwah bil hal yang terus hadir bersama masyarakat hingga benar-benar pulih,” pungkasnya.