Pascabanjir, Relawan NU Peduli Bantu Pulihkan Fasilitas Ibadah di Aceh Timur
Ahad, 18 Januari 2026 | 10:00 WIB
Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah saat benahi instalasi listrik di sejumlah titik. (Foto: Saiful Amar/NU Online Jateng)
Aceh Timur, NU Online
Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah membantu memulihkan instalasi listrik di sejumlah fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan pascabanjir yang melanda Aceh Timur.
Upaya ini dilakukan agar aktivitas ibadah dan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan layak, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.
Banjir sebelumnya tidak hanya meninggalkan lumpur dan kerusakan bangunan, tetapi juga memadamkan aliran listrik di berbagai mushala, masjid, surau, TPQ, dan majelis taklim. Kondisi tersebut membuat kegiatan keagamaan masyarakat terhenti karena instalasi listrik rusak dan membahayakan keselamatan.
Di tengah situasi itu, Tim Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah hadir. Mereka membantu masyarakat Aceh Timur untuk bangkit dari dampak bencana.
Relawan yang diterjunkan memiliki latar belakang keahlian yang beragam. Mereka terdiri dari tim dapur umum, sanitasi, trauma healing, pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, instalasi listrik dan air bersih, pembersihan wilayah terdampak, hingga kesekretariatan, keuangan, dan pengemudi lapangan. Seluruh elemen tersebut bersinergi dalam satu misi kemanusiaan.
Salah satu ikhtiar penting yang saat ini dilakukan adalah pembenahan instalasi kelistrikan pascabanjir. Langkah ini dilakukan karena fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan merupakan pusat aktivitas sosial dan spiritual masyarakat. Tanpa instalasi listrik yang aman, ibadah dan kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan optimal.
Sebelumnya, Relawan NU Peduli membantu menyelesaikan perbaikan dan renovasi sejumlah surau, TPQ, serta majelis taklim. Kini, ikhtiar tersebut dilanjutkan dengan memastikan seluruh instalasi listrik kembali berfungsi dan aman, sehingga kehidupan keagamaan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Relawan bidang kelistrikan, Sukamto, menuturkan bahwa pada Sabtu (17/1/2026), ia bersama tim telah melakukan pembenahan instalasi listrik di beberapa titik, antara lain Mushala Miftahul Ulum, Mushala Darul Falah, Masjid Nurul Huda, serta sebuah majelis taklim.
“Banjir membuat instalasi listrik rusak parah. Banyak yang terbakar, kabel putus dan berserakan. Di Mushala Miftahul Ulum kondisinya paling berat, sehingga harus kami benahi dari nol,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembenahan dimulai dari penggantian meteran listrik, pembuatan instalasi MCB baru, hingga pemasangan 20 titik listrik. Dari jumlah tersebut, 11 titik diperuntukkan bagi lampu, stopkontak, dan kebutuhan kelistrikan lainnya.
Baca selengkapnya di sini.