Prof Quraish Shihab: Zikir adalah Jangkar Spiritual agar Generasi Muda Tak Gampang Goyah
NU Online · Ahad, 1 Maret 2026 | 22:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Di tengah gempuran arus informasi dan tuntutan hidup yang serba cepat, generasi muda sering kali terjebak dalam pusaran keraguan dan kondisi mental yang labil. Banyak dari mereka yang memandang ritual keagamaan, termasuk zikir, sebagai kegiatan yang tidak produktif dan membuang waktu.
Pakar Tafsir Al-Qur’an Prof Quraish Shihab menyampaikan bahwa zikir bukan sekadar komat-kamit di atas sajadah, melainkan sebuah kekuatan mental yang mampu memberikan ketenangan di tengah ketidakpastian.
“Ada yang bilang zikir itu buang-buang waktu, mending beramal saja. Padahal, zikir itu mengingatkan seseorang tentang Allah. Kalau tidak ingat Allah, dua ditambah dua bisa jadi hanya tiga karena yang satunya masuk ke saku sendiri,” ujarnya dalam pengajian Ramadhan Tafsir Al-Misbah: Hidup Bersama Al-Qur’an bertajuk Dzikir, Beragam Cara Mengingat Allah di Kanal Youtube Pusat Studi Al-Qur’an, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, perilaku koruptif dan manipulatif yang sering muncul akibat hilangnya kesadaran spiritual dalam bekerja.
“Ketika kita membaca Bismillah, itu bukan sekedar ritual, tapi pengingat agar seseorang tidak berbuat curang atau mengambil hak orang lain,” tuturnya.
Prof Quraish menyampaikan bahwa zikir dapat menjadi jangkar spiritual agar tidak gampang goyah oleh tren atau tekanan sosial yang toksik, terutama bagi generasi muda yang sedang mencari jati diri.
“Segala sesuatu bisa jadi jangkar zikir. Melihat lampu yang indah, melihat kemajuan teknologi, itu semua harus dikaitkan dengan Allah. Tanpa dikaitkan dengan Allah, itu tidak dilarang, tapi tidak dinilai sebagai zikir,” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa kegelisahan anak muda zaman sekarang yang lebih memilih aktivitas fisik daripada ritual formal. Padahal, zikir memiliki fleksibilitas tinggi.
“Zikir itu sangat mudah. Bisa sedang berdiri, duduk, atau berbaring. Bahkan saat mau tidur, sadar bahwa tidur itu adalah mati kecil juga sudah termasuk zikir,” imbuhnya.
Prof Quraish juga menyampaikan bahwa pentingnya menghadirkan Allah sebagai pendamping dalam setiap langkah untuk menguatkan mental.
“Kalau saya melakukan sesuatu, dan saya menghadirkan Allah di samping saya, maka kekuatan mental saya akan jauh lebih kuat daripada yang tidak menghadirkan-Nya,” tegasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
2
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
3
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
4
Gerhana Bulan Total Bakal Terlihat di Seluruh Indonesia pada Selasa 3 Maret 2026, Dianjurkan Shalat Khusuf
5
Gus Yahya Sebut Kepergian Ketum Fatayat Margaret adalah Kehilangan Besar bagi Keluarga NU
6
Ali Khamenei Wafat dalam Serangan Israel-Amerika
Terkini
Lihat Semua