Warga Lebaksiu dan Jatinegara Tegal Sambut Ramadhan di Tenda Pengungsian, NU Peduli Hadirkan Mushala dan Psikososial
Selasa, 17 Februari 2026 | 22:00 WIB
Tegal, NU Online
Warga terdampak bencana di Kecamatan Lebaksiu dan Jatinegara, Kabupaten Tegal, terpaksa menyambut bulan Ramadhan di tenda-tenda pengungsian. Di tengah kondisi yang belum pulih dan keterbatasan fasilitas, NU Peduli Jawa Tengah yang terdiri dari lembaga dan badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah terus berupaya menghadirkan mushola dan pendampingan psikososial bagi para penyintas.
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lebaksiu, Muhammad Abdul Latif, mengatakan relawan NU Peduli Jawa Tengah telah menyiapkan mushola darurat di area pengungsian.
“Relawan dari NU Peduli Jawa Tengah ini menyambut bulan Ramadan di posko atau di pengungsian ini untuk warga terdampak khususnya, dua hari yang lalu kami berusaha untuk pengadaan mushola darurat menghadapi bulan puasa dengan mendirikan tenda dengan luas 8x15 meter sebanyak dua buah untuk persiapan mushola,” ujarnya kepada NU Online, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan mushola darurat dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan yang rawan hujan. Latif mengatakan bahwa proses pembangunan tersebut dilakukan bersama masyarakat pengungsi.
“Kami sekarang sedang meratakan tenda di bawahnya kami kasih kaya ada tangga dasarnya supaya ketika hujan pun tidak naik ke atas musholahnya, di musholah darurt juga kami pasang kerangka dari kayu-kayu yang tingkat itu jadi agak tinggi dari tanah,” katanya.
Tradisi keagamaan warga setempat pun mengalami penyesuaian akibat bencana. Latif menyebut, kegiatan obor malam yang biasa dilakukan Pengurus NU di Kecamatan Lebaksiu menjelang Ramadhan tahun ini ditiadakan.
“Pengurus NU di Kecamatan Lebaksiu biasanya mengadakan obor malam, tetapi tahun ini kita tidak bisa lakukan karena sedang berkabung. Tapi kami menjalankan tarawih rutin di musholah darurat tersebut,” imbuhnya.
Selama bulan Ramadhan, mushola darurat tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemulihan psikologis warga.
“Rencana selama Ramadhan nanti ada TPA (taman pendidikan al-quran) untuk anak-anak dan pengajian rutin untuk ibu-ibu dan bapak-bapak seperti biasanya pada setelah sholat subuh,” ucapnya.
Materi keagamaan akan disisipi pendekatan pemulihan trauma. “Untuk mengurangi beban pikiran warga yang terdampak supaya tetap bisa merasakan bulan puasa dengan nyaman, materi yang diberikan tentang trauma healing dengan penguatan agama supaya tidak terlalu terbeban,” jelas Latif.
Program tersebut akan melibatkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal melalui Lembaga Dakwah (LD) yang dijadwalkan mengisi Safari Dakwah di pengungsian. Selain itu, dukungan kesehatan mental juga akan diberikan oleh dokter dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).
“Nanti ada juga dokter dari LKNU memberikan trauma healing dan di akhir Ramadhan ada pentas seni untuk menghibur warga. Harapannya kegiatan ini bisa meredam pikiran warga terdampak,” ujar Latif.