Daerah BANJIR SUMATRA

NU Peduli Salurkan Paket Beras dan Sembako untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

NU Online  ·  Kamis, 12 Maret 2026 | 20:30 WIB

NU Peduli Salurkan Paket Beras dan Sembako untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Penyaluran paket sembako dan beras dari NU Peduli untuk warga terdampak bencana di Aceh Tengah. (Foto: NU Online/Mufidah)

Aceh Tengah, NU Online

Tim NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU menyalurkan bantuan bagi korban bencana Sumatra di Aceh Tengah berupa 500 paket beras kemasan 5 kilogram dari Jam’iyah Khairiyah Kuwait, serta 100 paket sembako dan 100 santunan tunai dari NU Care LAZISNU PCINU Hong Kong.


Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Desa Gunung Bahgie, Paya Reje Tami Delem, Jongok Batin, serta kawasan Masjid Al Kawakib Bintang di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, pada Kamis (12/3/2026).


Camat Kecamatan Bintang Irfan Julianto mengatakan bahwa sejak bencana yang terjadi pada 26 November 2025, terdapat 24 desa di Kecamatan Bintang yang terdampak, dengan 17 desa di antaranya mengalami dampak langsung. 


“Dari 24 desa ini, ada 10 desa yang mengalami dampak parah. Yang dimaksud parah di sini adalah ada rumah masyarakat yang tidak bisa lagi digunakan, bahkan ada yang terbawa hanyut oleh longsor dan banjir bandang,” jelasnya.


Irfan menjelaskan bahwa penanganan pascabencana berjalan cukup baik, terutama setelah akses ke wilayah tersebut kembali terbuka sehingga berbagai bantuan dari banyak pihak dapat masuk. 


Ia juga menceritakan bahwa pada awal bencana, wilayah Bintang hampir selama satu bulan tidak dapat diakses sama sekali, terutama karena terputusnya jaringan internet dan listrik.


“Bahkan saat bencana terjadi, dua jalur jalan menuju Bintang rusak berat dan terputus. Sehingga pada saat kami menyalurkan bantuan harus melalui danau menggunakan perahu. Kondisi ini berlangsung kurang lebih tiga minggu,” ujarnya.


Irfan menambahkan bahwa pada awal Ramadhan masih terdapat tiga desa yang terisolasi. Namun pada minggu kedua Ramadhan akses mulai terbuka kembali, termasuk ke Kampung Yemerkonyo dan wilayah sekitarnya. Saat ini seluruh desa sudah dapat dijangkau dengan kendaraan.


Selain itu, Irfan juga menjelaskan bahwa banyak perkebunan masyarakat yang tertimpa longsor dan hingga kini belum sepenuhnya tertangani.


“Hari ini kami juga bersyukur, masyarakat kami walaupun tertimpa musibah tetapi punya semangat untuk bangkit kembali, sehingga dalam waktu kurang lebih tiga bulan sudah ada perubahan. Saat ini kita masih dalam tahap pemulihan bencana dan masa transisi,” ungkapnya.


Ia menekankan bahwa saat ini masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan kebutuhan dasar karena mayoritas warga berprofesi sebagai petani, sementara banyak kebun dan sawah rusak akibat banjir dan longsor sehingga mata pencaharian mereka ikut terdampak.


“Kebutuhan dasar itu seperti air bersih, makanan, dan sembako. Itu masih sangat dibutuhkan. Meskipun sudah tiga sampai empat bulan setelah bencana, masyarakat kami masih sangat membutuhkan bantuan seperti sembako dan kebutuhan dasar lainnya,” paparnya.
 


Senada, warga Desa Paya Reje Tami Delem, Yohana mengatakan bahwa bantuan berupa beras sangat dibutuhkan karena merupakan kebutuhan utama masyarakat. Selain itu, bahan pokok seperti gula dan minyak juga sangat penting.


“Alhamdulillah bantuan hari ini sangat membantu. Bantuan berupa beras sangat dibutuhkan karena itu kebutuhan utama. Selain itu bahan pokok seperti gula dan minyak juga sangat penting,” ungkapnya.


Yohana juga menceritakan bahwa rumahnya termasuk yang terdampak bencana, banyak rumah warga mengalami kerusakan cukup berat. Hingga saat ini rumah-rumah tersebut belum sepenuhnya diperbaiki, meskipun bantuan seperti uang kebersihan dan bantuan lainnya mulai berdatangan.


“Cukup banyak kerusakan, sebagian besar peralatan dapur sudah tidak ada lagi. Beras dan bahan makanan juga sudah habis terbawa air. Selain sembako, bantuan pakaian juga dibutuhkan,” katanya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang