Daerah

Ketua Umum PBNU Salurkan Bantuan untuk Pesantren yang Terdampak Musibah Tanah Bergerak di Tegal

NU Online  ·  Rabu, 11 Februari 2026 | 07:00 WIB

Ketua Umum PBNU Salurkan Bantuan untuk Pesantren yang Terdampak Musibah Tanah Bergerak di Tegal

Wakil Sekretaris RMI PBNU Muhammad Iqbal, Sekretaris RMI PBNU Ulun Nuha, Pengasuh Pondok Pesantren Al 'Adalah KH M Tasrifin Salim, dan keluarga (kiri ke kanan). (Foto: Mahfud)

Tegal, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung kepada Pondok Pesantren Al-’Adalah yang terdampak musibah tanah bergerak dan longsor di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Bantuan tersebut disalurkan melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU pada Jumat (6/2/2026).


Bantuan PBNU diserahkan langsung oleh Sekretaris RMI PBNU Ulun Nuha, bersama Wakil Sekretaris RMI PBNU Muhammad Iqbal, sebagai bentuk kepedulian NU terhadap keselamatan santri dan keberlangsungan pesantren yang terdampak bencana.


Gus Ulun, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari Ketua Umum PBNU untuk meringankan beban para santri dan warga yang terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian dapat terpenuhi.


“Sejak muncul tanda-tanda awal pergeseran tanah pada Senin (2/2/2026), santri dan warga telah dievakuasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun santri yang terluka. Kesiapsiagaan di lapangan berjalan dengan baik dan perlu terus diperkuat,” ujarnya.


Berdasarkan data di lapangan, bencana tanah bergerak menyebabkan sebanyak 590 keluarga atau 2.425 jiwa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian, di antaranya Majelis Az Zikir, Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, serta Gedung Serbaguna Desa Penujah. Sementara itu, sebanyak 526 santri dipindahkan ke Pondok Pesantren Al-Adalah 2 yang berjarak sekitar 2,6 kilometer dari lokasi terdampak.


Kerusakan terparah terjadi di kompleks Pondok Pesantren Al-Adalah 1. Tercatat empat bangunan asrama, sepuluh ruang kelas, serta satu gedung perpustakaan ambruk akibat pergerakan tanah yang masih aktif hingga Jumat (6/2/2026).


Gus Ulun menambahkan bahwa saat ini masa tanggap darurat telah ditetapkan pemerintah selama 14 hari hingga 16 Februari 2026. Proses pemulihan dan rencana relokasi pesantren serta warga terdampak masih menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi guna memastikan aspek keselamatan dan kelayakan wilayah.


Ia juga mengungkapkan bahwa relokasi pesantren menghadapi kendala keterbatasan lahan. Lokasi Pondok Pesantren Al-Adalah 2 saat ini hanya memiliki lahan sekitar 5.000 meter persegi, sementara sebelumnya pesantren berdiri di atas lahan seluas kurang lebih tiga hektare.


Ia menyampaikan dukungan moral Ketua Umum PBNU dukungan moral serta doa bagi para kiai, santri, dan pengelola Pondok Pesantren Al-’Adalah yang terdampak musibah. Ia berharap seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dapat turut memberikan dukungan agar pesantren segera pulih dan kembali menjalankan khidmah pendidikan dengan baik.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang