Novilia Arrasyid Terpilih Jadi Ketua Fatayat NU Taiwan, Dorong Kader Melek Digital
Selasa, 3 Februari 2026 | 22:30 WIB
Pose bersama usai Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis) V PCI Fatayat NU Taiwan di Gedung Taipei Wanhua New Immigrant’s Hall, Taipei, Ahad (1/2/2026). (Foto: dok. PCI Fatayat NU Taiwan)
Jakarta, NU Online
Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU Taiwan menegaskan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan terhadap kejahatan siber bagi kader perempuan Nahdlatul Ulama di luar negeri.
Penegasan itu disampaikan Novilia Arrasyid usai terpilih sebagai Ketua PCI Fatayat NU masa khidmah 2026-2029 dalam Konferensi Cabang Istimewa (Konfercabis) V PCI Fatayat NU Taiwan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-13 Fatayat NU Taiwan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Taipei Wanhua New Immigrant’s Hall, Taipei, Ahad (1/2/2026).
Novilia menekankan bahwa kader Fatayat di luar negeri perlu memiliki kecakapan digital yang memadai, tidak hanya untuk aktivitas organisasi, tetapi juga demi keamanan diri di ruang siber.
Baca Juga
Saatnya Santri Milenial Melek Digital
“Kader Fatayat wajib melek digital, bukan hanya yang viral-viral saja, juga belajar sadar dengan kejahatan-kejahatan digital,” kata Novilia, dalam keterangannya kepada NU Online, Selasa (3/2/2026).
Selain literasi digital, ia menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan tradisi organisasi sekaligus mendorong inovasi program. Menurutnya, penguatan kaderisasi, sinergi lintas sektor, serta kerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dalam bidang literasi hukum menjadi bagian dari arah gerak kepengurusan ke depan.
“Kita ingin mencetak kader Fatayat yang tidak hanya mahir dalam berdakwah, tetapi juga Mandiri secara ekonomi, tangguh menghadapi tantangan global, dan tetap mendunia tanpa kehilangan jati diri Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujarnya.
Konfercab tersebut juga dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Margaret Aliyatul Maemunah, Bendahara Umum PP Fatayat NU Wildatu Sururoh, Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan Muhammad Ghofur, serta perwakilan dari tujuh ranting di bawah naungan PCI Fatayat NU Taiwan.
Dalam forum itu, Novilia turut menyampaikan pesan dari Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maemunah mengenai pentingnya solidaritas dalam menguatkan organisasi, terutama di lingkungan diaspora.
Ia menyampaikan pesan Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maemunah bahwa kekuatan organisasi Fatayat NU, khususnya di luar negeri, adalah solidaritas dan kerja kolektif yang menjadi kunci utama agar organisasi mampu bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan.
“Ketua yang terpilih bersama dengan jajaran kepengurusannya mampu bekerja sama membawa organisasi ke arah yang lebih baik dari kemarin. Sejatinya ketua tidak jalan sendiri karena tentu membutuhkan kolektif kolegial secara bersama-sama menjadi satu,” lanjut Novilia.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan Muhammad Ghofur menilai kegiatan tersebut menjadi momentum lahirnya kepemimpinan yang amanah dan visioner. Ia berharap kepengurusan baru PCI Fatayat NU mampu mencetak kader yang militan secara organisasi, namun tetap moderat dalam cara pandang dan sikap.
“Pak Ghofur berharap di kepengurusan baru kader Fatayat NU semakin cakap membaca zaman, memanfaatkan teknologi dan media digital, namun tetap berpegang teguh pada nilai, adab, dan tradisi NU sehingga benar-benar bisa menebar manfaat untuk umat secara luas,” ujar Novilia.