Karhutla Tak Cukup Dipadakan, Butuh Edukasi dan Usaha Ramah Lingkungan
Senin, 26 Oktober 2026 | 17:00 WIB
Kota Bandung, NU Online Jabar
Ketua Lembaga Perekonomian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, H Purnomo menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya berfokus pada tindakan pemadaman saat krisis terjadi, melainkan harus melibatkan kesiapsiagaan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta pemberdayaan ekonomi warga di sekitar kawasan rawan.
Purnomo menyebutkan bahwa dampak karhutla sangat luas, mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga penurunan roda perekonomian warga. Oleh karena itu, strategi penanganan yang berkesinambungan mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman, hingga pemulihan lingkungan dan ekonomi pascabencana.
“Karhutla berdampak langsung pada kesehatan, mata pencaharian, lingkungan, dan aktivitas harian masyarakat. Karena itu, penanggulangannya tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, pencegahan harus kita lakukan bersama,” ujar Purnomo dalam keterangan yang diterima NU Online Jabar, Sabtu (24/10/2026).
Purnomo juga menuturkan bahwa pencegahan karhutla tingkat tapak harus diselaraskan dengan penyediaan mata pencaharian alternatif yang produktif dan ramah lingkungan. Ia menyebutkan, ketika ekonomi masyarakat kuat dan teredukasi, praktik pembakaran lahan secara sembarangan dapat ditekan.
Pihaknya juga merekomendasikan sejumlah langkah strategis pemberdayaan ekonomi yang didorong antara lain penerapan teknik pertanian ramah lingkungan tanpa bakar, pengolahan hasil tani dan pengembangan usaha mikro, hingga pemanfaatan lahan secara bijaksana dan berkelanjutan.
Purnomo menegaskan, dirinya siap mengambil peran aktif melalui penguatan jiwa kewirausahaan, pendampingan kelompok usaha lokal, serta membina kemitraan dengan dunia usaha, yang disesuaikan dengan potensi wilayah dan berkoordinasi dengan pemerintah.
“Pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan,” tegas Purnomo.
Selengkapnya klik di sini.