Pasuruan, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa kewajiban zakat memiliki konsekuensi spiritual yang besar bagi umat Islam. Dalam sejumlah riwayat disebutkan, orang yang tidak menunaikan zakat akan mendapatkan konsekuensi berat di akhirat, bahkan harta yang tidak dizakati digambarkan menjadi azab bagi pemiliknya.
“Ada riwayat yang mengatakan orang yang tidak membayar zakat, kelak hartanya berubah menjadi ular,” ujarnya dalam Ngaji Tafsir Ayatul Ahkam di Pondok Pesantren Besuk, Kabupaten Pasuruan.
Ia juga mengutip riwayat dari Sayyidah Aisyah yang menyebutkan bahwa harta yang tidak ditunaikan zakatnya dapat merusak keberkahan hidup. Menurutnya, kerusakan tersebut dimaknai sebagai hilangnya keberkahan rezeki.
“Maknanya rusak, setiap daging yang tumbuh dari barang haram maka akan rusak,” ungkap Gus Ipong, sapaan karibnya.
Ia menjelaskan, sebagian ulama menafsirkan bentuk kerusakan itu dapat berupa berbagai musibah, seperti gagal panen atau hilangnya manfaat dari harta yang dimiliki. Ia mencontohkan zakat pertanian, di mana hasil panen padi wajib dizakati sebesar 10 persen dan tidak bergantung pada kondisi untung maupun rugi.
“Ini memang terasa berat, namun zakat tidak melihat untung atau rugi, melainkan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan,” tegasnya.
Menurutnya, zakat fitrah juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan empati umat Islam kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya golongan fakir dan miskin.
“Zakat harus diberikan sebelum shalat ied dimulai, sehingga benar-benar sampai kepada yang berhak,” terangnya.
Selengkapnya klik di sini.