Jabar

Ketua LAZISNU Depok: Fokuskan Salurkan Zakat untuk Beasiswa dan Modal Usaha

NU Online  ·  Ahad, 8 Februari 2026 | 19:30 WIB

Ketua LAZISNU Depok: Fokuskan Salurkan Zakat untuk Beasiswa dan Modal Usaha

Ketua LAZISNU Kota Depok Muhtar Said saat memandu prosesi pengukuhan UPZIS dan JPZIS di Area Masjid Al-Mukhlashin, Sawangan, Kota Depok, Sabtu (7/2/2026) siang. (Foto: NU Online Jabar/Risky)

Depok, NU Online Jabar
Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Depok, Muhtar Said, meminta para amil untuk mengubah pola pikir dalam mengelola dana umat. Ia menekankan agar zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak habis untuk kegiatan seremonial, melainkan dialokasikan pada program produktif.

 

Pesan tersebut disampaikan Said saat mengukuhkan 16 Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) serta Jaringan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (JPZIS) di Area Masjid Al-Mukhlashin, Sawangan, Depok, Sabtu (7/2/2026).

 

Dalam arahannya, Said membuat kebijakan progresif dengan menegaskan bahwa LAZISNU Kota Depok tidak akan meminta jatah bagi hasil dari UPZIS maupun JPZIS. Hal ini dilakukan agar dana yang terhimpun sepenuhnya berdampak bagi umat di akar rumput.

 

“Yang harus dilakukan dan diaplikasikan oleh para amil adalah menimbang kualitas program,” tegas doktor hukum lulusan Universitas Brawijaya tersebut.

 

Ia mengkritik penggunaan dana ZIS yang bersifat sekali habis, seperti sumbangan untuk acara seremonial. Menurutnya, dana tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika disalurkan untuk investasi sumber daya manusia atau pemberdayaan ekonomi.

 

“Misalnya ada dana Rp5 juta, jangan habis untuk konsumsi satu hari. Kalau diberikan untuk beasiswa santri atau modal usaha seperti jualan cilok, manfaatnya berkelanjutan. Orang yang tadinya tidak bekerja jadi punya penghasilan,” jelasnya.

 

Said menargetkan pengelolaan dana LAZISNU mampu mengubah status mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui penguatan ekonomi. Ia juga mengingatkan bahwa kerja amil adalah tugas harian, bukan hanya musiman di bulan Ramadan.

 

Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang