Hadiri HUT Bhayangkara Ke-80, Ketum PBNU Tekankan Pentingnya Stabilitas Negara dan Kepastian Hukum
Kamis, 2 Juli 2026 | 14:00 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat menghadiri HUT ke-80 Bhayangkara, Rabu (1/7/2026). (Foto: Instagram @yahyacholilstaquf)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menekankan pentingnya stabilitas negara dan kepastian hukum. Baginya, kedua komponen tersebut adalah fondasi utama bagi kemaslahatan umat.
Hal itu disampaikannya melalui takarir Instagram @yahyacholilstaquf usai menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
"Ketika Polri berkomitmen untuk bertransformasi menjadi institusi yang humanis dan mau mendengar kritik, di situlah ruang khidmah bersama menjadi semakin kokoh," kata Gus Yahya dikutip NU Online.
Gus Yahya mengharapkan agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) senantiasa istiqamah menjaga amanah rakyat, rendah hati dalam melayani, serta terus menjadi benteng persatuan yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. "Selamat Hari Bhayangkara," singkatnya.
Gus Yahya juga menyampaikan apresiasinya atas penegasan Presiden Prabowo Subianto bahwa hukum semestinya hadir untuk melindungi seluruh rakyat dan menjaga demokrasi.
"Hukum yang harus menjadi pelindung seluruh rakyat dan penjaga demokrasi, bukan alat balas dendam politik," jelasnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Polri memiliki karakter yang khas karena lahir dari perjuangan perang kemerdekaan. Menurutnya, sejak awal kepolisian tidak hanya berperan sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga terlibat langsung dalam perjuangan bangsa sehingga memiliki kedekatan dengan rakyat.
"Kepolisian Republik Indonesia memiliki sifat selalu di tengah-tengah rakyat dan harus selalu membela rakyat serta merasakan penderitaan rakyat," katanya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80.
Menurut Presiden Prabowo, kehadiran Polri hingga ke desa-desa dan wilayah perbatasan turut memperkuat berbagai program pemerintah.
"Polri selalu berada di garis depan apabila masyarakat mengalami bencana," katanya.
"Polri juga terus membangun bor air, jembatan-jembatan, dan membantu masyarakat yang terdampak bencana," sambungnya.
Tak hanya itu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pihaknya terus berperan aktif mengamankan berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Polri terus berperan aktif dalam mengamankan berbagai program pemerintah lainnya agar benar-benar hadir menyentuh masyarakat, seperti pemenuhan gizi, konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, hingga perlindungan hak-hak pekerja," terangnya.