Menag Nasaruddin Umar Ajak Ormas Islam Perkuat Ukhuwah dan Ekoteologi
Kamis, 16 April 2026 | 06:00 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal Idul Fitri Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Rabu (15/4/2026) malam. (Foto: NU Online/Suci)
Jakarta, NU Online
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam memperkuat ukhuwah serta kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep ekoteologi.
Kesadaran ini menjadi dasar penting dalam membangun ekoteologi, yakni keselarasan antara manusia sebagai khalifah dengan alam sebagai sesama makhluk Allah.
"Tidak mungkin kita menjadi khalifah yang berhasil tanpa dukungan alam semesta yang kondusif,” kata Nasaruddin dalam momentum Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal Idul Fitri Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Rabu (15/4/2026) malam.
Ia menyebut ormas Islam dan para ulama memiliki peran strategis sebagai penyejuk masyarakat, pemberi arah, sekaligus penggerak solusi dalam berbagai situasi, termasuk di masa-masa sulit.
"Kontribusi ini mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi jejaknya nyata dalam ketahanan sosial bangsa,” ujarnya.
Ketua MUI KH Anwar Iskandar mengatakan bahwa sebanyak 85 organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia berkomitmen untuk membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.
"Itu komitmen yang kita pegang bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pesan utama yang ingin disampaikan oleh MUI kepada bangsa Indonesia dan dunia adalah pentingnya menjaga persatuan, keadilan, dan perdamaian dalam kehidupan.
"Kita ingin mengirimkan pesan kepada bangsa dan dunia betapa pentingnya persatuan, keadilan, dan perdamaian dalam kehidupan ini,” kata dia.
Anwar menegaskan bahwa manusia, sehebat dan sekaya apa pun, tetap membutuhkan persatuan dan perdamaian dalam menjalani kehidupan.
"Persatuan, keadilan, dan perdamaian adalah nilai universal yang tidak bisa kita ingkari,” tegasnya.