Jakarta, NU Online
NU Online Institute membuka pendaftaran Kelas Bimbingan Fiqih Panitia Zakat dan Puasa Paripurna. Kelas pembelajaran intensif ini dijadwalkan akan dimentori oleh akademisi ekonomi syariah sekaligus alumnus Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Karanganyar dan Pondok Sidogiri, Pasuruan KH Abdul Wahid Al Faizin.
Direktur NU Online Institute Ahmad Mundzir mengungkapkan, alasan diselenggarakannya agenda tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Pihaknya memfalisitasi masyarakat untuk mempersiapkan diri mengamalkan dua kewajiban tersebut.
"Dua kelas ini dalam rangka menyongsong bulan Ramadhan agar masyarakat bisa belajar tentang puasa dan zakat kepada ahlinya," kata Mundzir, Jumat (16/1/2026).
"Adapun proyeksi zakat adalah untuk para calon panitia (amil) supaya pengelolaannya sesuai dengan syariat. Tapi tetap terbuka juga buat masyarakat bukan panitia," tambahnya.
Mundzir mengatakan, kelas ini akan menyediakan materi yang representatif disertai penjelasan dari narasumber. Peserta juga mendapatkan fasilitas menyampaikan pertanyaan seputar topik.
"Jadi penjelasannya lebih lengkap, tidak sesederhana yang ada di website, lalu ada tanya jawab. Pun peserta bisa mengajukan musykilat atau problem-problem di masyarakat yang memungkinkan harus disikapi oleh panitia zakat," jelasnya.
Untuk diketahui, kelas ini dikemas dengan tiga sesi pertemuan seputar topik terkait. Materi puasa menyangkut Keutamaan Ramadhan dan Aneka Ragam Promo Pahala, Fiqih Puasa dan Sunnah-sunnah dalam Ramadhan, dan Cara Pasti Menggapai Lailatul Qadar.
Sementara materi Kelas Panitia Zakat meliputi Pengertian, Perbedaan Zakat, Infak dan Sedekah, Ketentuan dan Perhitungan Zakat Perdagangan serta Ketentuan Zakat Uang, Profesi dan Industri.
Kelas Menuju Puasa Paripurna dijadwalkan akan dimulai pada hari Kamis, 5 Februari 2026. Sementara untuk Kelas Panitia Zakat dijadwalkan pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Informasi pendaftaran dan lain-lain bisa diakses melalui tautan berikut.