Nasional

Sebulan Gempa NTT; 142 Meninggal Dunia, 1.603 Luka-Luka, 46 Ribu Warga Masih Mengungsi

Rabu, 16 September 2026 | 13:00 WIB

Sebulan Gempa NTT; 142 Meninggal Dunia, 1.603 Luka-Luka, 46 Ribu Warga Masih Mengungsi

Kerusakan bangunan akibat gempa NTT, Agustus 2026 (NU Peduli)

Jakarta, NU Online

Sebulan pascagempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), dampak bencana masih dirasakan puluhan ribu warga.

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (15/9/2026), 142 orang meninggal dunia, 1.603 luka-luka, dan 46.461 warga masih mengungsi.

 

Gempa bumi tersebut berdampak pada tujuh kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Nagekeo, dan Ende.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, jumlah korban meninggal terdiri atas 48 orang akibat dampak langsung gempa dan 94 orang akibat dampak tidak langsung.

 

“Gempa bumi yang melanda NTT beberapa waktu yang lalu bahwa korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang. Tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” ujar Berton dalam konferensi pers secara daring pada Selasa (15/9/2026).

 

Dia mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi telah menurun dibandingkan masa awal penanganan. Namun, masih ada 46.461 jiwa yang belum kembali ke tempat tinggalnya karena rumahnya mengalami kerusakan berat. “Saat ini pengungsi sudah jauh berturun, yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang 46.461 jiwa,” katanya.

 

Besarnya dampak juga terlihat dari kerusakan rumah. Berton menjabarkan bahwa terdapat 103.427 rumah rusak, terdiri atas 26.089 rumah rusak berat, 22.505 rusak sedang, dan 50.392 rusak ringan. Sebanyak 4.441 rumah masih dalam proses verifikasi kategori kerusakannya.

 

Dia mengatakan bahwa proses pendataan kerusakan masih dilakukan untuk memastikan identitas dan alamat setiap pemilik rumah.

 

“Tim kami saat ini sedang melakukan validasi maupun verifikasi data tentang kerusakan ini karena kami juga perlu memperoleh by name, by address atau setiap rumah tersebut siapa pemiliknya dan alamatnya di mana,” ujarnya.

 

“Yang jelas tentu kami juga bekerja sama dengan Pemda (pemerintah daerah) khususnya Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) maupun BPS (Badan Pusat Statistik),” sambungnya.

 

Selain rumah, Berton menyebutkan gempa merusak 2.147 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 175 jalan, 558 rumah ibadah, 685 unit kantor, dan 50 fasilitas irigasi.

 

Keaktifan NU Peduli
Sebelumnya NU Online memberitakan berdasarkan laporan NU Peduli akibat bencana tersebut, sebagian warga masih bertahan di posko dan tenda mandiri. Sejumlah sekolah rusak juga masih menggunakan tenda darurat yang tidak layak untuk kegiatan belajar.

 

NU Peduli NTT terus menyalurkan bantuan ke wilayah yang belum atau minim tersentuh bantuan, berkoordinasi dengan BPBD Ngada agar bantuan tepat sasaran.

 

Ratusan paket logistik disalurkan antara lain ke Ruing Barat, Bajawa Utara, Golewa Selatan, dan Golewa, berupa beras, air mineral, minyak goreng, telur, biskuit, serta makanan anak. Selain pangan, warga membutuhkan tempat tinggal karena banyak rumah rusak berat, roboh sebagian, bahkan seluruhnya.