Usai Hadiri Pemakaman Sayyid Ali Khamenei, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Selasa, 14 Juli 2026 | 15:30 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyerukan penghentian seluruh bentuk kekerasan dan mengajak semua pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah untuk mengedepankan dialog serta jalur diplomasi. Seruan tersebut disampaikan seusai menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, sebagai bagian dari delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia.
Gus Yahya mengatakan kehadirannya di Mashhad, Iran, merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada Sayyid Ali Khamenei yang dimakamkan pada 9 Juli 2026.
"Saya datang untuk menyampaikan salam hormat kepada Syekh Ali Khamenei yang dimakamkan pada 9 Juli lalu setelah wafat akibat serangan Amerika Serikat dan Israel," katanya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Ia menilai suasana duka tidak hanya dirasakan masyarakat Iran, tetapi juga meluas ke kawasan Timur Tengah dan masyarakat internasional.
Menurutnya, besarnya dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat konflik menjadi pengingat bahwa perang tidak pernah membawa manfaat bagi siapa pun.
"Kita bisa merasakan suasana duka, dan saya kira masyarakat dunia juga merasakan hal yang sama, khususnya di kawasan Timur Tengah," ujarnya.
Gus Yahya mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya ia diminta bergabung dalam delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia untuk menghadiri prosesi pemakaman Sayyid Ali Khamenei di Mashhad.
"Beberapa hari yang lalu saya diminta bergabung dalam delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan kepada Syekh Ali Khamenei pada hari pemakaman beliau di Mashhad," katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa konflik bersenjata yang menimbulkan korban kemanusiaan dalam jumlah besar serta berdampak luas terhadap hubungan internasional tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun.
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa perang yang menimbulkan korban kemanusiaan yang luar biasa dan berdampak luas secara internasional sungguh tidak berguna bagi pihak mana pun serta tidak membawa kepentingan bagi siapa pun," tegasnya.
Atas nama Nahdlatul Ulama, Gus Yahya menyampaikan pesan yang sejalan dengan arahan Presiden kepada delegasi Indonesia yang berangkat ke Iran. Ia mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, khususnya di Timur Tengah, untuk segera menghentikan kekerasan dan memilih jalan damai melalui perundingan serta diplomasi.
"Kita meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik, khususnya di Timur Tengah, untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, berdamai, serta membawa perbedaan kepentingan ke meja perundingan melalui jalur diplomasi dan meninggalkan kekerasan," katanya.
Selain itu, Gus Yahya mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
"Saya ingin mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk berkonsolidasi serta memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan besar bagi bangsa dan negara yang kita cintai," tandasnya.