Wamenhaj Optimis Pelayanan Haji 2026 Lebih Humanis dan Bersih
Jumat, 16 Januari 2026 | 20:00 WIB
Jakarta, NU Online
Wakil Menteri Haji Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan optimisme bahwa pelayanan haji 2026 akan mengalami perbaikan signifikan, baik dari sisi kualitas petugas, pendekatan pelayanan, hingga tata kelola yang bersih dari praktik korupsi dan rente.
Hal itu disampaikan Dahnil usai apel malam pembinaan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (16/1/2026).
“Yang saya lihat hari ini adalah wajah-wajah gembira. Optimisme itu penting. Kami yakin jamaah haji 2026 akan dilayani oleh petugas yang amanah, berdedikasi, dan berorientasi pelayanan,” kata Dahnil.
Ia menepis anggapan miring publik terkait penerapan pola semi-militer dalam pembinaan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Menurutnya, pendekatan tersebut justru efektif untuk membangun kebersamaan lintas latar belakang. “Petugas berasal dari berbagai profesi, ada dosen, dokter, wartawan, dengan latar ekonomi berbeda.
"Ketika disatukan dalam pola pelatihan yang menekankan kegembiraan dan disiplin, ego bisa dikubur, keakuan dilebur. Yang muncul adalah ‘kami’, bukan ‘saya’,” ujarnya.
Dahnil menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat yang juga diterapkan Presiden Prabowo Subianto, termasuk saat menggelar retret kepemimpinan di Akademi Militer Magelang.
Apel malam pembinaan kali ini juga sengaja digelar bertepatan dengan peringatan Isra Mi'raj. Menurut Dahnil, momentum tersebut memiliki makna simbolik bagi para petugas haji.
“Isra Mi'raj adalah simbol keimanan, perjalanan, dan perintah langsung dari Allah kepada Rasulullah. Isra adalah perjalanan horizontal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Masjidil Haram adalah tempat tugas para petugas haji, sementara Masjidil Aqsa mengingatkan kita akan tanggung jawab kemanusiaan dan perdamaian,” jelasnya.
Dalam penyelenggaraan haji 2026, Kementerian Haji juga menetapkan afirmasi perempuan dan lansia sebagai prioritas utama. Dahnil menyebut lebih dari 50 persen jamaah haji Indonesia adalah perempuan.
“Haji 2026 kami desain ramah perempuan dan lansia. Petugas perempuan bahkan terlihat lebih bersemangat. Fokus kami nanti pada pembimbingan ibadah, pendampingan jamaah perempuan, dan pelayanan lansia,” katanya.
Terkait kesiapan teknis di Tanah Suci, Dahnil memastikan seluruh aspek utama telah rampung. Mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga layanan Armuzna di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Semua sudah beres. Catatan paling penting, kami pastikan seluruh proses pengadaan dan penyelenggaraan haji 2026 clean and clear. Tidak ada praktik korupsi, tidak ada rente,” tegasnya.