Daerah BANJIR SUMATRA

85 Hektare Sawah Pulo Siron Kembali Ditanami, Ansor Bireuen Tekankan Pemulihan Ekonomi Petani

NU Online  ·  Ahad, 26 April 2026 | 09:00 WIB

85 Hektare Sawah Pulo Siron Kembali Ditanami, Ansor Bireuen Tekankan Pemulihan Ekonomi Petani

Penanaman perdana padi gogo di Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Prokopim Setdakab Bireuen)

Bireuen, NU Online
Pemulihan lahan pertanian seluas 85 hektare di Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh menjadi titik penting dalam upaya kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana. Lahan yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor kini kembali produktif melalui penanaman perdana padi gogo, Sabtu (25/4/2026).

 

Program rehabilitasi ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengembalikan fungsi lahan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. Padi gogo dipilih karena dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lahan kering pascabencana.

 

Ketua GP Ansor Bireuen, Khaidir memberikan perhatian serius terhadap proses pemulihan tersebut. Ia menilai bahwa kebangkitan sektor pertanian harus menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana, karena menyangkut langsung kehidupan masyarakat.


“Pemulihan ini bukan hanya soal lahan yang kembali ditanami, tetapi tentang bagaimana kehidupan petani bisa kembali berjalan. Kita bicara tentang dapur masyarakat, tentang keberlangsungan ekonomi keluarga,” ujarnya.

 

Menurutnya, bencana yang terjadi telah memukul sektor pertanian secara signifikan, sehingga dibutuhkan langkah cepat dan terukur untuk mengembalikannya.

 

“Petani kita sempat kehilangan masa tanam, bahkan kehilangan harapan. Karena itu, penanaman perdana ini harus menjadi titik awal yang serius, bukan sekadar seremoni,” tegasnya.

 

Gus Dir juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program, termasuk pendampingan teknis dan dukungan sarana produksi bagi petani.

 

“Jangan berhenti di sini. Pemerintah harus memastikan ada pendampingan, ada akses pupuk, ada kepastian pasar. Kalau ini tidak dijaga, maka pemulihan tidak akan maksimal,” katanya.


Ia menambahkan, keterlibatan pemuda menjadi elemen penting dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian, terutama dalam membangun kembali semangat kolektif masyarakat.

 

“Pemuda harus hadir. Ansor siap mengambil bagian dalam menggerakkan gotong royong, mendampingi petani, dan memastikan program ini benar-benar berdampak. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menilai bahwa momentum ini harus dijadikan pijakan untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh ke depan.


“Ke depan kita harus berpikir lebih strategis. Bagaimana pertanian kita tidak mudah lumpuh ketika bencana datang. Ini perlu perencanaan jangka panjang, bukan hanya penanganan sesaat,” tambahnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Bireuen I Razuardi, , menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses pemulihan hingga para petani benar-benar kembali mandiri.

 

“Pemulihan ini tidak berhenti pada penanaman perdana. Kami akan memastikan pendampingan berlanjut agar hasil produksi meningkat dan kesejahteraan petani dapat pulih secara menyeluruh,” ujarnya.

 

Dengan dimulainya kembali aktivitas pertanian di Pulo Siron, harapan baru bagi para petani mulai tumbuh. Pemulihan ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali lahan yang sempat terhenti, tetapi juga menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat secara bertahap.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang