Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan
NU Online · Senin, 4 Maret 2013 | 11:38 WIB
Yogyakarta, NU Online
Indonesia bagi NU, adalah kesepakatan kebangsaan yang akan terus dipegang dan menjadi panduan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
<>
Demikian disampaikan Alissa Wahid dalam Dialog Kebangsaan dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama ke 87 di XT Square Yogyakarta, Ahad (3/3).
“Dalam Munas NU tahun 2012 di Cirebon, ada seorang Kiai yang menyampaikan di dalam forum Pleno, yang mengingatkan bahwa Indonesia bagi NU adalah sebuah kesepakatan kebangsaan yang akan terus dipegang. Itu yang mengingatkan saya, bahwa jika ada kelompok yang menginginkan bentuk bangsa yang berbeda dengan NU, maka ia adalah kelompok Islam anyar,” ungkap Alissa Wahid, putri pertama KH Abdurrahman Wahid.
Kelompok Islam anyar ini, lanjut Alissa, tidak punya investasi apapun di dalam pendirian Negara. Kelompok ini berbeda dengan NU yang sejak awal turut membangun negara.
Kontribusi NU diberikan oleh para pendiri NU, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan Kiai lainnya, yang sejak awal memberikan konsep untuk mendirikan Darus Salam, tidak harus Darul Islam.
“Hal inilah yang menjadi modal bagi NU untuk berkontribusi dalam persiapan kemerdekaan sampai sekarang,” tutur Alissa.
Sayangnya, peran yang besar ini, tampaknya tidak mendapat apresiasi yang maksimal dari negara. Seolah NU seperti satpam bagi Indonesia. Ketika dalam keadaan genting, NU diminta yang terdepan dalam menyelesaikan persoalan.
Tetapi ketika suasana tenang dan sejahtera, NU dipojokkan dan dipinggirkan. Bahkan, sejarah tidak mengakui peran dari Resolusi Jihad yang pengaruhnya sangat luar biasa untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Inilah kenyataan yang semestinya tak perlu terjadi.
Redaktur : Hamzah Sahal
Kontributor : Anas Bangkit
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua