Ansor Paser: Sejuta Saran Tidak Berarti Tanpa Gerakan
NU Online · Senin, 27 November 2017 | 00:03 WIB
GP Ansor Paser berikhtiar agar organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Kalimantan Timur ini tidak sekedar berkutat dalam kaderisasi, namun juga mampu mandiri dengan harakah (gerakan) ekonomi.
Sekretaris Ansor Paser Agus Mulyono, di Tanah Grogot, Ahad (26/11) menjelaskan, program mereka tidak hanya pengkaderan. Tetapi juga pada gerakan yang memiliki potensi ekonomi, seperti perikanan, peternakan, pertanian dan perkebunan.
Kader merupakan aset organisasi. Untuk melengkapi itu, ujar Agus melanjutkan, perlu pengembangan ekonomi kreatif.
Ia melanjutkan, sejumlah komoditas untuk mencukupi kebutuhan hidup di Paser sebagian masih didatangkan dari Kalimantan Selatan, seperti ikan, ayam potong, beras, lalu pisang didatangkan dari Mamuju, Sulawesi Barat.
Fakta ini, kata Agus lagi, menjadi pendorong Ansor Paser menggerakkan kader memetakan potensi-potensi dimiliki di wilayah mereka tempati.
Upaya ini disepakati bernama Gerakan Ansor Mandiri, merupakan langkah awal untuk menopang kegiatan organisasi.
Harapan lain atas program tersebut, menurut Agus lagi, sebagai partisipasi mengurangi angka pengangguran di wilayah-wilayah tidak terjangkau.
Gerakan tersebut juga bertujuan sebagai gebrakan, agar kader mampu bersaing dengan potensi dimiliki dan sesuai bidangnya.
"Kalau bukan dimulai dari kita, siapa lagi akan memulainnya? Satu juta saran terbaik hanya sia-sia tanpa gerakan nyata. Gerakan ialah pilihan terbaik meski kami lakukan," tutur Agus.
Ketua Ansor Paser Ahmad Syafi'i Badar berharap, kedepan ada gerakan lagi, dinamis, mengikuti perkembangan zaman sehingga kader mampu bersaing di bidang lebih modern, semisal teknologi dan industri.
Gerakan ekonomi sudah berjalan ialah budidaya ikan nila, dikelola PAC Long Ikis, Kuaro dan Pasir Belengkong. Adapula budidaya bawal dan lele ditekuni Sarjono, kader PAC Ansor Belengkong.
Menyemai 5.000 bibit cabai, di Desa Samuntai dipandu oleh Umar, kader PAC Long Ikis juga dilakukan.
"Capaian sementara ini, bibit cabai telah tumbuh sebagian disalurkan ke sejumlah PAC di Paser," ujar Kasatkorcab Banser Paser Aba Rauf menambahkan.
Rauf berharap, apa yang sudah berjalan saat ini bisa menumbuhkan semangat serta memotivasi kader-kader lain untuk ambil bagian dalam Gerakan Ekonomi Mandiri. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua