Bukber di Masjid Jami An-Nawier Pekojan, Nasi Kebuli Jadi Favorit
NU Online · Senin, 9 Maret 2026 | 11:00 WIB
Jakarta, NU Online
Suasana Ramadhan di Masjid Jami An-Nawier, kawasan Pekojan, Jakarta Barat terasa ramai saat waktu berbuka puasa. Jamaah dan warga sekitar berkumpul di masjid untuk berbuka bersama dengan hidangan yang disiapkan oleh panitia dan masyarakat sekitar.
Salah satu panitia takjil, Suminta, mengatakan bahwa persiapan makanan dilakukan bersama beberapa warga yang membantu di dapur masjid.
“Kurang lebih 150 porsi tiap hari, yang menyediakan masjid dan separuhnya dari warga,” ujar Suminta.
Ia menjelaskan bahwa menu yang disajikan beragam, mulai dari gorengan, lontong, kolak pisang, beragam es hingga makanan berat disediakan. Namun, nasi kebuli menjadi makanan favorit yang paling diminati.
Muniroh, warga setempat, mengatakan bahwa nasi kebuli sudah menjadi ciri khas berbuka puasa di kawasan Pekojan yang dikenal sebagai kampung Arab, karena mayoritas warganya masih keturunan Arab.
“Nasi kebuli yang paling diminati, itu sudah jadi ciri khas di sini,” kata Muniroh.
Sementara itu, Ketua Yayasan sekaligus Nazir Masjid Jami An-Nawier, Diki Dirzi Awliya bin Abu Bakar Basandit, mengatakan bahwa kegiatan Ramadhan di masjid berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Dalam dua tahun terakhir pihak masjid juga mengadakan program pesantren Ramadhan untuk anak-anak usia 7 hingga 15 tahun.
Baca Juga
Sebaik-baik Bukber adalah di Masjid
"Alhamdulillah dua tahun terakhir ini kita mengadakan pesantren Ramadhan untuk anak-anak, warga cukup antusias dalam kegiatan," katanya kepada NU Online saat ditemui di kawasan Pekojan, Ahad (8/3/2026).
Ia menjelaskan, anak-anak juga mengikuti berbagai kegiatan di masjid, yakni tadarus Al-Qur’an, berbuka puasa bersama, shalat tarawih, hingga tadarus malam sebelum pulang sekitar pukul 21.30.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari suasana Ramadhan di Masjid Jami An-Nawier yang masih ramai diikuti warga sekitar.
Kontributor: Nisfatul Laila
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
3
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Urutan Bulan Haram, Mana yang Pertama?
4
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Gus Yahya Pilih Jaga Jarak atas Kasus Gus Yaqut, Tak Libatkan NU dalam Urusan Keluarga
Terkini
Lihat Semua