Daerah

Cara NU Mayangan Lestarikan Tradisi dan Budaya NU

NU Online  ·  Rabu, 9 Agustus 2017 | 05:00 WIB

Jombang, NU Online 
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang , Jawa Timur terus berupaya melestarikan tradisi dan budaya NU dengan rutin menggelar kegiatan lailatul ijtima. Kegiatan ini digelar setiap tanggal 15 penanggalan hijriah.

Kegiatan yang biasa dihadiri oleh warga NU se-ranting Mayangan ini membahas sejumlah persoalan, diantaranya ajakan untuk melestarikan khazanah kebudayaan NU, pembacaan kitab Sulamut Taufiq, Bahtsul Masail, Tahlilan, Istighosah, dan pembacaan sholawat nariyah.

"Kegiatan ini bertujuan melestarikan nilai-nilai kebudayaan lama yang baik namun tidak menutup kemungkinan untuk mengambil hal-hal baru yang lebih konstruktif dan lebih baik." Kata Ketua Tanfidziah NU Ranting Mayangan, kiai Abdul Karim Elmuna, Rabu (9/8).

Dijelaskan, acara seperti ini sudah berlangsung sejak G30S PKI pada Orde Lama hingga kini. Kegiatan lailatul ijtima inj dirasakan betul dapat mebentengi masyarakat agar tidak terseret arus zaman ke arah yang negatif. Dengan berkumpulnya para ulama, tokoh masyarakat, perangkat desa, kaum muda maka kemajuan desa bisa diwujudkan.

"Saya berharap teman-teman generasi muda juga semakin semangat untuk turut andil dalam kegiatan ini. Karena nanti mereka lah yang akan meneruskan perjuangan kami," tambahnya.

Pria yang juga pengasuh Pondok Ribath Darul Mansyur ini menuturkan pentingnya acara seperti ini dalam merespon serangan radikalisme dan kaum takfiri. Para ulama dan tokoh masyarakat harus terus mensosialisasikan bahaya radikalisme pada masyarakat agar tidak terjerumus dengan aliran radikal yang ingin menghancurkan Indonesia yang sudah tentram dan damai

"Menjaga NU dan NKRI adalah tanggungjawab bersama karena mustahil dilakukan oleh seorang diri. Menjaga NU adalah menjaga Indonesia." Pungkasnya.

Selain itu, Kiai Karim juga mengharapkan dilain waktu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, wilayah dan pusat bisa berkunjung ke daerahnya. Dengan harapan dapat memotivasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan rutinan tersebut.

"Kalau Kiai Said yang kesini pasti ramai dan meriah," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang