Magelang, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Salam melakukan pembukaan usaha toko Nusa ritel dan sembako, Jumat (8/5). Toko ini menjadi bentuk usaha dari Badan Usaha Milik NU (BUMNU) Salam, Magelang, Jawa Tengah.
Ā
Pembentukan BUMNU dan toko tersebut sebagai salah satu upaya preventif penanggulangan krisis sosial dan ekonomi yang tidak menentu bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
Ā
Ujang Sihabudin, Ketua MWCNU Salam menyatakan bahwa kegiatan BUMNU yaitu mendorongĀ pemasaran atas potensi produksi ekonomi yang dimiliki warga NU Kecamatan Salam. Pengelolaan BUMNU mengedepankan amanah, profesional, akuntabel, memberikan harga yang terjangkau, dan berkah.
Ā
"Karena secara periodik barang dagangan didoakan secara khusus oleh para masayikh dan kasepuhan kiai NU," kata dia.
Ā
Ujang juga mengatakan bahwa BUMNU diharapkan memberikan manfaat dan maslahat bagi para pemasok barang dan masyarakat konsumen pada umumnya yang mendapatkan layanan plus delivery order. "Tentunya berasaskan saling menguntungkan," imbuhnya.
Ā
Atok Rahman Hakim, Dewan Pengarah BUMNU mengimbau agar para kader NU Salam yang terhimpun pada Badan Otonom Muslimat, Fatayat, Ansor- Banser, IPNU-IPPNU Salam dapat memanfaatkan program tersebut sebagai media dakwah iqtishadiyah (dakwah perekonomian). CaranyaĀ dengan berpartisipasi dalam penjaringan pemasaran produk yang dikelola.
Ā
"Sehingga Nahdliyyin merasa terbantu dalam memperoleh barang yang dibutuhkan dengan mendapatkan harga yang sama di pasaran umumĀ barang dikirim ke alamat," ungkapnya.
Ā
Anis Fuadi selaku Wakil Ketua PCNU KabupatenĀ Magelang Bidang Ekonomi dan Pertanian mendukung inisiasi program toko ritel dan grosir sembako BUMNU MWCNU Salam. Di masa phisical distancing ini ia menyarankan penguatan pemasaranĀ dengan memanfaatkan media sosial sebagai pilar promosi marketing dan permohonan order belanja warga.
Ā
"Sehingga terwujud masyarakat yang sehat jasmani, sehat rohani dan sehat ekonomi," katanya.
Ā
Sementara itu, Gufron Anwari, Direktur BUMNU MWCNU Salam menambahkan bahwa dengan menitipkan barang produksi yang dimiliki kader NU baik berupa sembako, aneka produksi kuliner dan barang non-konsumtif lainnya serta warga yang berbelanja di Toko NUSA ritel dan grosirĀ mendapatkan rezeki yang lebih berkah. "Karena sebagian profit diperuntukkan untuk program dakwah sosial keagamaan," kata Gufron.
Ā
"Para pembayar zakat fitrah sudah kita siapkan takaran bungkusan beras 2,5 kilogram patokan minimal umum yang ditetapkan, tinggal pesan dan barang kami kirim," imbuhnya berpromosi.
Ā
Editor: Kendi Setiawan