Probolinggo, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar kajian kitab Sullam Safinah dengan melibatkan segenap pengurus mulai dari lembaga, lajnah maupun badan otonom NU se Kecamatan Banyuanyar.<>
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Banyuanyar Toha, dalam pengajian Jum’at (21/3) malam, mengatakan, kajian kitab Sullam Safinah ini bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan mengenai tata cara sholat dan ibadah-ibadah lain sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Kajian kitab sullam safinah ini dilaksanakan di tiap-tiap ranting NU secara bergantian dan diikuti oleh para pengurus MWCNU, ranting NU, takmir masjid dan musholla hingga guru ngaji. Alhamdulillah, setiap pertemuan pesertanya selalu bertambah dan hingga kini sudah mencapai ratusan orang,” ungkapnya.
Menurut Toha, kitab Sullam Safinah ini banyak berisi ilmu tentang berbagai macam ibadah praktis mulai dari shalat, puasa, zakat, haji, muamalah hingga jihad. Tidak hanya sekedar materi saja, tetapi juga dilakukan tanya jawab dan diskusi yang berkaitan dengan tema yang sedang dibahas dalam kitab tersebut.
“Untuk penyajinya kami mengambil dari jajaran Mustasyar dan pengurus Syuriyah MWCNU Kecamatan Banyuanyar mulai dari KH Ghozali Bahar, KH Mahfudz, KH Zainal Abidin, KH Fahrurrozi, KH Fahmi Hafid, KH Rifa’i Maksum, KH Hilmi, KH Sufyan Bahrawi. Pembahasan difokuskan mulai dari sholat hingga jihad,” jelasnya.
Lebih lanjut Toha berharap agar melalui kajian kitab Sullam Safinah ini warga NU yang berada di Kecamatan Banyuanyar dapat melaksanakan ibadah dengan khusyu, baik dan benar sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah.
“Tentunya ada pemahaman yang sama dalam menjalankan ibadah sesuai dengan tuntutan dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Yang paling penting lagi, masyarakat dapat menularkan ilmu yang didapatkannya di lingkungannya masing-masing,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)
Terpopuler
1
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
2
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
3
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
4
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
5
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Peran Tokoh Agama hingga Orang Tua Penting sebagai Benteng
6
LBH Sarbumusi Desak APH Tindak Dugaan Penyelewengan Dana MBG
Terkini
Lihat Semua