Doa Bersama Lepas Jamaah Calon Haji Nias Selatan
NU Online · Sabtu, 13 September 2014 | 13:13 WIB
Nias Selatan, NU Online
Para calon jamaah haji kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara mengadakan doa bersama di di Mesjid Taqwa Telukdalam pada Jumat, 12 September 2014. Pada kegiatan tersebut hadir pengurus NU,mulai Katib Syuriyah, Ketua PCNU, serta perwakilan MUI.
<>
Pada kesempatan itu, Ustad Muhammad Fery Al Banjari menyampaikan melaksanakan ibadah haji adalah dambaan setiap muslim sehingga sebagian mereka rela hidup sederhana supaya dapat menabung untuk ongkos naik haji.
Haji, kata dia, sebagai ibadah penyempurna keislaman seseorang. Maka, tidak sedikit orang yang tambah rajin beribadah seusai melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. “Malam ini kita melakukan silaturrahim kepada para calon haji. Intinya kita harus saling memaafkan antara kita sesama umat manusia dan lebih khusus sesama umat islam. Hubungan dengan Allah penting namun tidak kalah penting juga dengan hubungan dengan manusia,” terangnya.
Ustad Fery mencontohkan ketika kita shalat, gerakan pertama kita adalah takbiratul ihram (pasrah kepada Allah) dan ketika kita mengakhiri shalat yang kita lakukan adalah salam. “Itu artinya bahwa pertama adalah hubungan dengan Allah dan kedua adalah hubungan dengan sesama manusia,” tambahnya.
Ketua Nazir Mesjid Taqwa yang juga salah seorang calon jamaah haji dari Telukdalam Ustad Dedy Iswandi dalam kata-kata pamitan mengatakan jama'ah calon haji Nias Selatan adalah duta nias selatan.
Seperti di daerah-daerah lain, kata dia, pemerintah daerahnya harus ikut membantu, memfasilitasi keberangkatan calon haji. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 13 tahun 2008 pasal 35 tentang kewajiban Pemerintah Daerah atas penyelenggraan keberangkatan jamaah calon haji.
“Namun tidak seperti itu halnya yang dirasakan di Nias Selatan, kami tetap dengan ikhlas menerima kenyataan ini, hanya berharap kiranya hal yang sama tidak lagi terus berkelanjutan pada masa-masa yang akan datang,” ungkapnya. (Red: Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua