Fatayat NU Bogor Diajak Perkuat Kualitas Diri untuk Kepentingan Organisasi
NU Online · Jumat, 5 Maret 2021 | 12:00 WIB
Bogor, NU Online
Untuk menjawab tantangan zaman, kalangan perempuan Nahdlatul Ulama (NU) perlu terus berbenah untuk memperkuat kualitas individu. Upaya yang dilakukan adalah menciptakan kader-kader perempuan yang unggul dan menguasai berbagai bidang keilmuan yang dibutuhkan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Fatayat NU Kabupaten Bogor Niar Tri Maulani saat silaturahim dan serap aspirasi dengan masyarakat Kabupaten Bogor di Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3).
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Erni Sugiyanti ini, Niar mengajak pada pengurus Fatayat NU di setiap level untuk muhasabah atau menghitung diri. Hal itu agar mereka dapat melihat kelemahan sehingga dapat disempurnakan.
"Apa yang menjadi tugas dan fungsi kita, pastinya butuh keahlian untuk mewujudkannya, sehingga Fatayat NU benar-benar ada dan eksis," tegasnya.
Sementara itu, Erni Sugianti berharap di kepengurusan Fatayat NU periode ini agar dapat memberikan nafas baru bagi gerakan Fatayat NU di masyarakat. Sehingga, Fatayat NU menjadi kemaslahatan, dan bagi masyatakat Kabupaten Bogor khususnya.
"Kita sudah buat program yang meliputi pendidikan bagi perempuan, perlindungan anak dan ibu serta keterampilan bagi perempuan," ujarnya
Kata Erni, program-program tersebut jika terealisasi, akan memberikan citra baik bagi Nahdlatul Ulama, dan memberikan nilai maslahat bagi umat.
Dalam kegiatan itu yang dihadiri oleh seluruh pengurus Fatayat NU dari tingkat ranting hingga pengurus cabang itu, Erni Sugiyanti memotivasi para pengurus. Kegiatan ini, bebernya, merupakan salah satu kegiatan tatap muka secara langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah.
Untuk diketahui, di Kabupaten Bogor terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin hingga mencapai 2,6 persen akibat pandemi Covid-19. Diprediksi proporsi penduduk miskin Kabupaten Bogor tahun 2020 sebesar 9,26 persen. Angka ini meningkat 2,6 persen dari tahun 2019 sebesar 6,66 persen.
"Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah 'PR' besar bagi organisasi Nahdlatul Ulama untuk turut menjadi solusi dan membantu kepala daerah dalam menyelesaikan problem tersebut," pungkas Erni.
Kontributor: Usman Abdul Azis
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua