Kudus, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kudus menegaskan tidak hanya fokus pada pelajar di lingkungan sekolah atau madrasah semata. Tetapi juga menggaet santri di pesantren. Kalangan santri menjadi perhatian pengurus organisasi tersebut, paling tidak dua tahun ke depan.
<>
"Untuk kepentingan itu, IPNU telah melakukan pendekatan pada Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Kudus untuk memudahkan pemetaan dan penggarapannya," kata wakil ketua PC IPNU Kudus M. Mustaghfirin kepada NU Online di Kantor sekretariat IPNU Jl Pramuka 20 Kudus, Rabu (29/10) kemarin.
Ia mengatakan IPNU mempunyai tanggung jawab besar mengenalkan dan memberi pemahaman kepada santri untuk selalu aktif dan terampil berorganisasi. Santri dalam menuntut ilmu di pesantren, menurutnya, harus didukung pengetahuan, keterampilan dan kecakapan sebagai bekal hidup di masyarakat.
"Tujuan menggarap santri supaya mereka kenal dan masuk IPNU sehingga memudahkan memberdayakan mereka supaya lebih cakap bermasyarakat dan penguatan ideologi Aswaja di kalangan kaum pesantren," tambah pria yang akrab disapa Firin ini.
Dikatakan, PC IPNU Kudus menargetkan berdirinya komisariat di lingkungan pesantren pada tahun kedua kepengurusannya. Selama melakukan pendekatan ke beberapa pesantren, para pengasuh pesantren dan RMI menyambut baik keinginan IPNU Kudus ini.
"Sekarang ini kita baru melakukan pemetaan pesantren dan jumlah santrinya, kemudian mengkaji format penggarapan dan pemberdayaan santrinya,"terangnya.
Dalam memantapkan langkahnya ini, IPNU Kudus akan membahasnya dalam acara pelantikan dan rapat kerja yang rencanakan diadakan pada 9 November 2014 mendatang. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua