Gelar Istighotsah, Warga Berharap Sengketa Tanah dengan TNI Diselesaikan
NU Online · Jumat, 2 Januari 2015 | 07:15 WIB
Majalengka, NU Online
Warga masyarakat di Kabupaten Majalengka wilayah utara yang tergabung dalam Forum Warga dulur Wates (Fardurawat) dan PMII Majalengka mempertanyakan status kepemilikan tanah yang berada di daerahnya oleh TNI AU Lanud S. Sukani Jatiwangi.<>
Selasa (30/1) kemarin mereka menggelar Istighosah dan Orasi di Dusun Wates, Jatisura,Jatiwangi Majalengka (30/12) siang kemarin. Acara yang diikuti oleh Ratusan warga Kampung wates yang tanahnya bersengketa dengan TNI AU, Forum Dulur warga wates (Fardurawat), para kepala desa dan aparat desa bersama PMII Majalengka.
Koordinator Fardurawat Ikhlas Khusyaeri mengatakan, Genap 64 tahun penguasaan TNI-AU atas tanah rakyat Jatiwangi itu jika diceritakan memakan waktu berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bisa setahunan atau bila dituliskan akan mencapai ribuan halaman dan bisa jadi ratusan buku.
“Tetapi siapa yang peduli untuk mengetahui dan membongkar kisah dan permasalahan selama kasus tanah tersebut berlangsung dalam penguasaan TNI-AU. Sedangkan untuk diselesaikan kasus tanah tersebut syaratnya harus jelas dulu permasalahannya,” tegasnya.
Khusyaeri yang juga Alumni PMII Cirebon menambahkan, ada sekitar kurang lebih 1.043 haktar yang tersebar di Desa Beusi, Desa Beber, Desa Kertasari, Desa Cibogor, Desa Buntu, Desa Wanasalam Kec.Ligung, Desa Salawana Kecamatan Dawuan, dan Desa Jatisura Kecamatan Jatiwangi itu ternyata dimiliki Tentara NasionalIndonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Lanud S Sukani Jatiwangi.
Khusyaeri berharap dengan digelarnya Istighosah dan orasi menjadikan spirit perjuangan dalam mempertahankan tanah leluhur kami.
Sementara Iwan Irwanto ketua PMII Majalengka mengatakan, pihaknya bersama para kader dan warga kampung wates akan memperjuangkan tanah yang sudah turun temurun dari jaman Jepang sebelum adanya TNI AU bersedia berjuang bersama-sama untuk menyelesaikan sengketa tanah ini.
“Kami tetap fokus terhadap advokasi masyarakat. Insyaallah kalau perjuangan ini dilakukan secara berbarengan dengan warga kampung wates bisa terselesaikan. Apalagi para kepala Desa sudah menyambut baik untuk menuntaskan permasalahan sengketa tanah warga kampung Wates dengan TNI AU,” katanya. (Aris Prayuda/Anam)
Terpopuler
1
Panduan Shalat Gerhana Bulan Petang Ini, Mulai Niat hingga Salam
2
PBNU Instruksikan Qunut Nazilah Respons Agresi Israel-AS ke Iran
3
Jadwal Cuti Bersama dan WFA Lebaran 2026, Total Libur Capai 16 Hari
4
Ketua Umum PBNU Mengutuk Serangan AS-Israel atas Iran
5
Khutbah Gerhana Bulan: Tanda Kekuasaan Allah dan Kesempatan Beramal Saleh
6
Amalan-amalan yang Dianjurkan ketika Terjadi Gerhana Bulan
Terkini
Lihat Semua