GP Ansor dan Sciena Madani Kampanye Membaca di Pesantren
NU Online · Senin, 8 Desember 2014 | 16:03 WIB
Semarang, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banjardowo Kota Semarang bersama Sciena Madani mengkampanyekan membaca di Pondok Pesantren Al-Itqan Tlogosari Wetan Pedurungan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian agenda peduli kemasyarakatan dengan nama Gerakan Sadar Membaca (GSM), Ahad (8/12)
<>
Gerakan Sadar Membaca adalah mengkampanyekan gemar membaca di tempat-tempat umum seperti yang pernah dilakukan rutin di car free day Jl. Pahlawan Semarang. Kampanye membaca ini sebelumnya telah masuk ke kampung karena Sciena Madani memiliki taman baca sebuah perpustakaan yang diperuntukan untuk masyarakat umum.
Pondok Peantren Al-Itqan yang diasuh Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shadaqah ini juga menjadi percontohan untuk gerakan santri membaca dan menulis. Para santri sangat antusias sekali dengan gerakan perpustakaan masuk pondok, hal ini dapat dilihat banyaknya santri yang mengerumnuni buku-buku yang digelar secara gratis dari pagi hingga sore hari.
Selain mengkampanyekan kesadaran membaca, santri juga diajak berbincang tips seputar dunia buku dan bagaimana mendapatkan buku atau majalah gratis dari luar negeri.
Ketua Ansor Peduli Muhammad Achmadi mengatakan hal itu wujud kepedulian GP Ansor dalam dunia pendidikan. Melalui membaca kita membuka jendela dunia.
Senada dengan dia, Pengasuh Sciena Madani Lukni Maulana mengutarakan, bahwa tingkat membaca kita rendah sehingga saatnya terjun langsung ke pokok permasalahan, bukan sekadar pendirian perpustakaan untuk memancing pembaca datang, tapi mendatangi para pembaca.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan perlu didukung dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk peduli terhadap masa depan pendidikan,” tutur Dimas BP pimpinan Kaligawe Online saat mengikuti kampanye Gerakan Sadar Membaca. (Red: Abdullah Alawi)
GP Ansor dan Sciena Madani Kampanye Membaca di Pesantren
Semarang, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banjardowo Kota Semarang bersama Sciena Madani mengkampanyekan membaca di Pondok Pesantren Al-Itqan Tlogosari Wetan Pedurungan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian agenda peduli kemasyarakatan dengan nama Gerakan Sadar Membaca (GSM), Ahad (8/12)
Gerakan Sadar Membaca adalah mengkampanyekan gemar membaca di tempat-tempat umum seperti yang pernah dilakukan rutin di car free day Jl. Pahlawan Semarang. Kampanye membaca ini sebelumnya telah masuk ke kampung karena Sciena Madani memiliki taman baca sebuah perpustakaan yang diperuntukan untuk masyarakat umum.
Pondok Peantren Al-Itqan yang diasuh Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shadaqah ini juga menjadi percontohan untuk gerakan santri membaca dan menulis. Para santri sangat antusias sekali dengan gerakan perpustakaan masuk pondok, hal ini dapat dilihat banyaknya santri yang mengerumnuni buku-buku yang digelar secara gratis dari pagi hingga sore hari.
Selain mengkampanyekan kesadaran membaca, santri juga diajak berbincang tips seputar dunia buku dan bagaimana mendapatkan buku atau majalah gratis dari luar negeri.
Ketua Ansor Peduli Muhammad Achmadi mengatakan hal itu wujud kepedulian GP Ansor dalam dunia pendidikan. Melalui membaca kita membuka jendela dunia.
Senada dengan dia, Pengasuh Sciena Madani Lukni Maulana mengutarakan, bahwa tingkat membaca kita rendah sehingga saatnya terjun langsung ke pokok permasalahan, bukan sekadar pendirian perpustakaan untuk memancing pembaca datang, tapi mendatangi para pembaca.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan perlu didukung dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk peduli terhadap masa depan pendidikan,” tutur Dimas BP pimpinan Kaligawe Online saat mengikuti kampanye Gerakan Sadar Membaca. (Red: Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua