GP Ansor Pidie Jaya Aceh Bangkitkan Kembali Dunia Pendidikan yang Sempat Terhenti Akibat Banjir
NU Online · Jumat, 2 Januari 2026 | 20:30 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Pidie Jaya, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pidie Jaya, Aceh, berupaya membangkitkan kembali dunia pendidikan yang sempat terhenti akibat banjir. Tidak hanya fokus pada pembersihan lingkungan dan distribusi bantuan, GP Ansor juga menaruh perhatian pada pemulihan semangat belajar anak-anak pascabencana.
Lumpur yang masih mengering di lantai rumah warga dan bekas banjir di dinding-dinding sekolah menjadi penanda nyata dampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. Meja belajar yang kusam, buku-buku rusak, serta halaman sekolah yang berubah menjadi tanah basah menunjukkan bahwa banjir tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pendidikan untuk sementara waktu.
Di balik kerusakan tersebut, terdapat persoalan yang lebih mendalam, yakni menurunnya semangat belajar anak-anak. Banyak siswa belum berani kembali ke sekolah. Sebagian masih mengalami trauma, sebagian kehilangan perlengkapan belajar, dan tidak sedikit yang memilih membantu orang tua membersihkan rumah daripada kembali ke bangku kelas.
Dalam kondisi itulah, GP Ansor Pidie Jaya hadir. Kehadirannya tidak semata untuk membersihkan lumpur dan menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga untuk menyentuh sisi psikologis dan membangkitkan kembali semangat anak-anak yang terdampak banjir.
Ketua GP Ansor Pidie Jaya Tgk Muhammad Asrizal mengatakan bahwa pascabanjir, perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak menjadi sangat penting.
“Banjir ini tidak hanya merendam rumah dan sekolah, tapi juga merendam keberanian anak-anak untuk kembali bermimpi,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa banyak anak memilih berdiam diri di rumah. Ada yang takut hujan, ada yang malu karena buku dan seragamnya rusak, dan ada pula yang merasa sekolah bukan lagi prioritas di tengah kondisi sulit.
“Kalau kondisi ini dibiarkan, anak-anak bisa tertinggal jauh. Karena itu Ansor merasa terpanggil untuk hadir, menyemangati mereka agar berani kembali ke sekolah dan dayah,” tuturnya.
Sebagai langkah konkret, kader-kader GP Ansor Pidie Jaya turun langsung ke gampong-gampong terdampak. Mereka membersihkan sisa lumpur di rumah warga dan fasilitas umum, mendistribusikan bantuan, sekaligus berdialog dengan anak-anak serta orang tua. Pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif dan kekeluargaan.
“Kami duduk bersama anak-anak, berbincang ringan, memberi motivasi. Kami sampaikan bahwa sekolah dan mengaji adalah jalan untuk bangkit, bukan sesuatu yang harus ditinggalkan karena bencana,” katanya.
Upaya tersebut tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga para orang tua. GP Ansor Pidie Jaya mengajak keluarga korban banjir untuk terus mendukung pendidikan anak-anaknya. Dalam keterbatasan pascabencana, pendidikan dinilai justru harus dijaga agar generasi muda tidak mengalami dampak berkepanjangan.
Pandangan itu diperkuat oleh Gus Masrur, pemerhati pendidikan yang juga mantan Ketua GP Ansor Pidie Jaya. Menurutnya, banjir dapat berdampak serius terhadap keberlanjutan pendidikan jika tidak segera direspons dengan pendekatan yang tepat.
“Ketika anak-anak terlalu lama jauh dari sekolah, dampak psikologisnya bisa panjang. Trauma, kehilangan motivasi, bahkan putus sekolah bisa terjadi,” ujarnya.
Ia menilai langkah GP Ansor Pidie Jaya yang tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga pada pemulihan semangat belajar, merupakan pendekatan yang strategis.
“Membersihkan lumpur itu penting, mendistribusikan bantuan juga penting. Tapi membangkitkan semangat pendidikan adalah investasi jangka panjang. Di situlah Ansor mengambil peran yang sangat mulia,” katanya.
Menurut Gus Masrur, pemulihan pascabencana harus memandang pendidikan sebagai bagian dari pemulihan kehidupan sosial secara utuh.
"Sekolah dan dayah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk kembali menemukan harapan," katanya.
_____________________________
Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut: https://filantropi.nu.or.id/galang-dana/yuk-bantu-korban-bencana-di-indonesia
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua