Hadapi Ideologi Garis Keras, Ansor Majalengka Jaga Kekompakan
NU Online · Senin, 11 Agustus 2014 | 09:01 WIB
Majalengka, NU Online
Keluarga Besar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Majalengka, Jawa Barat, Ahad (10/8) kemarin menggelar kegiatan Silaturrahim dan Halal Bihalal yang dihadiri oleh jajaran dewan penasihat, mantan ketua cabang, pengurus cabang dan anak cabang se-Kabupaten Majalengka yang bertempat di sekretariat PAC Ansor Sindangwangi.<>
Dalam sambutanya ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Majalengka Ahmad Khotib, S.Ag menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mantan ketua, para alumni Ansor dan jajaran penasehat atas perjuanganya selama ini sehingga Ansor Banser Majalengka bisa eksis sampai sekarang.
Disampaikan juga bahwa kepada seluruh kader Ansor dan Banser diwajibkan mengikuti kaderisasi baik pelatihan kader dasar (PKD) dan dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Acara silaturrahim sekaligus diisi dengan deklarasi penolakan terhadap faham dan gerakan Islamic State Of Irak and Suriah (ISIS) karena jelas-jelas menodai Islam dan bisa merongrong keutuhan NKRI, dan diinstruksikan kepada seluruh kader dari jajaran pengurus cabang sampai tingkat ranting untuk mewaspadai gerakan ISIS dan bila menemukan gerakan yang mencurigakan untuk segera melaporkan kepada kepolisian setempat. Deklarasi disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor, Satkorcab Banser dan Dewan Penasehat Ansor.
Selaku jajaran penasehat Drs. Arifin Muslim, MM. dalam sambutanya berpesan kepada seluruh kader agar selalu menjaga kekompakan antar kader dan konsisten menjaga aqidah ahlusunnah waljama’ah annahdiyah dari rongrongan ideologi-ideologi yang menodai Islam dan ideologi-ideologi yang menngancam keutuhan NKRI.
Sebagai acara penutup dilakukan musofahah antar kader yang ditutup dengan do’a. (Aris Prayuda/Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua