Daerah

IAIN Kediri Bertekad Perkuat Moderasi Beragama Civitas Akademika

NU Online  Ā·  Rabu, 18 Desember 2019 | 02:00 WIB

IAIN Kediri Bertekad Perkuat Moderasi Beragama Civitas Akademika

Ratusan mahasiswa IAIN Kediri mengikuti seminar nasional Moderasi Beragama dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)

Kediri, NU Online Ā Ā 
Mahasiswa menjadi kekuatan strategis yang tidak saja memiliki kapasitas intelektual, tetapi moral dan sosial untuk melakukan counter terhadap aneka wacana keagamaan yang cenderung intoleran dan radikal.
Ā 
Hal itu dikatakan Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman. Penegasan disampaikan pada Seminar Kebangsaan Dema IAIN Kediri, Jawa Timur, Selasa (17/12) malam.
Ā 
Ruchman menerangkan Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, mengajarkan kasih sayang dan kedamaian.Ā 
Ā 
ā€œJangan dibiarkan agama yang rahmah ini dibajak oleh kelompok tertentu sehingga makna agama menjadi sangat sempit dan rigid,ā€ katanya di depan ratusan peserta seminar.
Ā 
Di hadapan 250-an mahasiswa peserta seminar kebangsaan, mantan Ketua I Senat Mahasiswa IAIN Walisongo ini berharap agar para mahasiswa untuk mengisi dan mewarnai konten-konten keagamaan di media informasi. Tugas tersebut semakin penting khususnya bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIN.
Ā 
ā€œPTKIN berperan penting menjadi rujukan keagamaan yang otoritatif di tengah kebutuhan publik akan wacana keagamaan yang inklusif dan moderat,ā€ tegas Ruchman yang kini juga sebagai Tim Instruktur Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu.
Ā 
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Kediri, Wahidul Anam mengatakan sekarang muncul fenomena orang yang memiliki pengetahuan keagamaan pas-pasan tetapi lebih bersemangat menyampaikan dakwah.
Anam berharap agar mahasiswa peserta didiknya untuk berhati-hati menyampaikan term-term keagamaan di masyarakat.Ā 
Ā 
ā€œMahasiswa IAIN harus arif dan bijaksana dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat termasuk dalam hal peningkatan pemahaman dan pengalaman keagamaan,ā€ katanya.
Ā 
Dirinya menjamin bahwa para mahasiswa dan civitas akemika di kampusnya tidak memiliki pemahaman agama yang keluar dari Islam rahmatan lil alamin.
Ā 
ā€œInsyaallah ribuan mahasiswa IAIN Kediri dan civitas akademika tidak ada yang radikal karena dibesarkan dalam tradisi intelektual berbasis pesantren yang mengakar di Kediri,ā€ ujar Anam.
Ā 
Mohammad Fathurrohman selaku Ketua Dema IAIN Kediri mengatakan, seminar kebangsaan digelar sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap cara berpikir dan laku kehidupan keagamaan dan kebangsaan yang cenderung intoleran.
Ā 
ā€œDema mempunyai tanggungjawab moral agar mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang kuat kebangsaannya dan kuat keagamaannya,ā€ kata Ketua Dema yang akan purna bakti pada akhir Desember ini.Ā 
Ā 
Seminar kebangsaan yang bertajuk ā€˜Moderasi Beragama dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam’ didukung Kementrian Agama melalui Bantuan Lembaga Kemahasiswaan PTKI.
Ā 
Kegiatan dipandu moderator Bagus Adrian Permata dan Zuhri Humaidi selaku dosen IAIN Kediri. Pada sesi akhir tampil memberikan materi Kapoltabes Kediri.Ā 
Ā 
Ā 
Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
Ā 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang