Ini Upaya HPN untuk Menggerakkan Ekonomi Nahdliyin Kabupaten Sukabumi
NU Online · Selasa, 5 November 2019 | 15:15 WIB
Sofyan
Kontributor
“HPN Sukabumi telah melakukan berbagai kerja sama dengan berbagai instansi, yaitu dengan beberapa dinas, di antaranya Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial,” ungkap Sekertaris HPN Kabupaten Sukabumi selepas mengadakan pertemuan dengan para pengurus HPN, di rumah makan Tahu Sumedang, Jalur Lingkar Selatan, Kabupaten Sukabumi, Ahad, (3/11).
Menurut Ahmad Sodikin, dengan Dinas Tenaga Kerja, HPN mengadakan pelatihan sekaligus pengembangan budidaya ikan lele bioplock. Sementara dengan Dinas Sosial, HPN bekerja sama melalui program BPNT yaitu melaluinya agen e-warung.
“Alhamdulillah sampai saat ini telah memiliki 85 agen yang tersebar di beberapa wilayah di kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Kang Aceng menambahkan, HPN Kabupaten Sukabumi akan terus berupaya memperkuat jaringan agar mampu memberikan kontribusi yang besar terutama bagi warga Nahdliyin.
“Target kami tidak muluk-muluk,” katanya.
Ia bersyukur, saat ini pengusaha-pengusaha NU di wilayahnya sudah mulai bersinergi, memiliki visi bersama dan bergerak bersama. Di antara hasil sinergi tersebut adalah, HPN mengembangkan pengolahan biji kopi yang dilakukan di Pondok Pesantren Darrussyifa Alfitroh Yaspida dan air minum mineral.
“Ini berkat hasil bersilaturahmi para pengurus HPN Sukabumi dengan berbagai instansi dan para pengusaha lokal,” kata Aceng.
Ke depan, sambungnya, ia HPN Kabupaten Sukabumi juga akan mempersiapkan generasi muda NU untuk melek ekonomi. Salah satunya dengan membidik kaum santri. Merek aakan diajak mengikuti pelatihan-pelatihan wirausaha.
“Para santri di pondok pesantren akan diberikan pelatihan tentang kewirausahaan untuk menciptakan para pengusaha NU yang andal,” ungkapnya.
Saat Musyawarah Kerja Cabang PCNU Kabupaten Sukabumi, HPN turut serta dalam bazar dengan mengisi stan-stan hasil anggota binaannya.
Kontributor: Sofyan Syarif
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua