Bantul, NU Online
Jamaah atau awarga NU merupakan potensi strategis dan kekuatan dalam pengembangan ekonomi melalui koperasi. Dengan sistem ekonomi koperasi, NU bisa meningkatkan peran untuk kemandirian masa depan warganya.
<>
Demikian dinyatakan Imam Muttaqin, Manager Koperasi NU "Haniva" Wonokromo, Bantul saat diskusi dengan komunitas media NU di Bantul, Yogyakarta, pada Senin (1/12).
"Koperasi NU bergerak berbasis komunitas dan jama’ah. Semua harus digerakkan dengan managemen profesional dan peyalanan dijalankan dengan penuh kekeluargaan. Semua diajak untuk memiliki terhadap NU dan koperasi NU," tegas Imam Muttaqin yang juga alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Dengan basis komunitas dan jama'ah, diharapkan pemberdayaan ekonomi NU bisa segera direalisasikan. Imam tidak mau warga NU hanya berupa potensi saja, tetapi harus menjadi kekuatan nyata di masa depan.
"Kita akan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Warga NU harus siap," tegasnya.
Manfaat hadirnya koperasi NU Haniva di Bantul ini dirasakan oleh tegas Haryanto (52), pemilik usaha Foto Copy "YUFI" yang beralamat di Jl. Imogiri Timur Km. 11, Wonokromo Pleret Bantul.
Bersama Haniva, Haryanto mengaku mendapatkan pelayanan yang mudah. Usahanya makin berkembang dan Haniva mampu bersinergi penuh kekeluargaan. Haniva mampu memberikan rasa nyaman, sehingga Haryanto merasa memiliki terhadap Haniva itu sendiri.
"Saya merasakan betul manfaat BMT Haniva. Sejak 2006, saya memulai usaha. Haniva yang menjadi sahabat kerja saya, sehingga makin berdaya," tegas Haryanto.
"Slogan "Sahabat bagi Usaha Kecil" bukanlah slogan untuk kampanye saja, melainkan dibuktikan dengan sungguh-sungguh oleh Haniva. Bukti yang dirasakan dengan bangga oleh masyarakat, sehingga usaha kecil masyarakat semakin berdaya. Slogan ini benar-benar terasa, bukan asal bunyi semata," lanjut Haryanto penuh semangat. (madun/alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua