Ke PBNU, PCNU Pesawaran-Lampung Mantapkan Pendirian BMT
NU Online · Selasa, 22 April 2014 | 07:26 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pesawaran Lampung H Solihin bersama Rais Syuriyah KH Ahmad Ma’sum Abror bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk berteu langsung dengan Ketua Umum KH Said Aqil Siroj terkait pemantapan pendirian Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU).<>
“Tujuan kami pertama, tentu untuk silaturrahim, kemudian kami juga ingin memantapkan program pendirian BMTNU di cabang kami,” kata H Solihin kepada NU Online Senin, (21/4) di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
Terkait pendirian BMTNU ini, kata dia, pihaknya telah melakukan studi banding ke Cabang lain yang sudah mapan seperti di PCNU Tegal dan Pekalongan.
Dia juga menjelaskan bahwa BMTNU ini bertujuan untuk penguatan ekonomi dan kesejahteraan warga NU di daerah Kabupaten Pesawaran Lampung. Lembaga ini, lanjut H Solihin, berperan terutama dalam memenuhi pembiayaan internal, seperti pemenuhan seragam seluruh lembaga, lajnah, dan banom NU di tingkat kecamatan hingga desa, dan lain-lain.
“Kemudian, kami juga akan menyediakan kebutuhan referensi ke-NU-an dan kebutuhan-kebutuhan lain yang sangat krusial di masyarakat, terutama Nahdliyyin,” ujar pria yang masih berusia 34 tahun dalam menjabat Ketua Tanfidziyah ini.
Selain itu, dia juga menegaskan bahwa dalam rentang 1 hingga 2 tahun ke depan, BMTNU ini terlebih dahulu akan fokus pada pembiayaan internal organisasi mulai dari Cabang, MWC, Ranting, hingga Anak Ranting. “Setelah semua itu terpenuhi, program-program pemenuhan kebutuhan lain di masyarakat akan menyusul,” tandas Solihin. (Fathoni/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
4
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
5
Risih Tangisan Bayi di Transportasi Umum: Ruang Publik Bukan Milik Kita Sendiri
6
CELIOS: 50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Rakyat, Indonesia Menuju Republik Oligarki
Terkini
Lihat Semua