Keterbukaan Informasi tentang Covid-19 Tingkatkan Langkah Antisipasi
NU Online · Ahad, 16 Agustus 2020 | 01:03 WIB
Tegal, NU Online
Kasus Covid-19 di Indonesia tidak kunjung usai. Dan sampai saat ini belum bisa diprediksi kapan kasus ini berakhir. Bahkan belum ada instansi penelitian yang secara ilmiah mengurai tentang situasi yang dapat dijadikan kesimpulan terkait waktu berakhirnya kasus tersebut. Belum lagi vaksin khusus untuk Covid-19 belum ditemukan.
Situasi ini memacu masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya sepanjang Covid-19 belum dinyatakan berakhir oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini pemerintah.
Namun, menurut Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tegal, Jawa Tengah, Sarwo Edi, langkah antisipasi yang diejawantahkan dalam bentuk protokol kesehatan tidak cukup, harus disertai dengan keterbukaan informasi dari pemerintah.
"Kita berharap agar Pemerintah Kota Tegal transparan dalam menangani perkembangan penyebaran pasien terkonfirmasi Covid-19," ujarnya, Ahad (16/8).
Keterbukaan informasi yang dimaksud tidak sekadar terkait jumlah pasien yang positif, sembuh, dan yang meninggal, tetapi juga kecepatan dan ketepatan informasi tersebut sampai kepada masyarakat serta perkembangan penanganan yang dilakukan pemerintah dalam kasus Covid-19.
Pasalnya, sempat terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat terkait informasi bahwa terbaru ada 26 petugas medis di Kota Tegal terjangkit Covid-19. Dan informasi ini tidak secara cepat direspons pemerintah tentang kebenaran dan tidaknya.
"Masalah ini sudah menjadi konsumsi masyarakat Kota Tegal bahkan nasional saat ini ada 26 petugas medis di Kota Tegal terjangkit Covid-19,” ujar Sarwo.
Padahal, imbuhnya, keterbukaan informasi terkait perkembangan penanganan suspect Covid-19 ini sangat penting agar tidak terjadi kepanikan bagi masyarakat Kota Tegal.
“Jika sudah ada yang positif, harapannya untuk selalu disampaikan ke masyarakat. Begitu juga yang negatif terjangkit virus Corona, dan sudah sejauh mana perkembangan penanganannya," ungkapnya.
Keterbukaan informasi juga diharapkan agar masyarakat bisa melakukan langkah-langkah antisipatif terkait dengan penyebarluasan Covid-19 dengan cepat, sehingga kasus ini tidak terus berkembang. “Jika pemerintah tidak terbuka, maka masyarakat akan selalu panik dengan informasi simpang siur,” tegasnya.
Kontributor: Rifqi Nurul Hidayat
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua