Pekalongan, NU.Online
Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun, kiai karismatik asal Kota Pekalongan, KH Tohir Bin KH Abdul Fatah, pada hari Selasa (15/3) pukul 05.45 wafat. Almarhum yang merupakan sosok panutan umat Islam di Kota Batik
meninggal dunia dalam usia 74 tahun. Jenazah pada sore harinya dimakamkan di pemakaman keluarga di Nyamplung Pekalongan.
Hadir dalam acara pemakaman, Wakil Gubernur Jateng Ali Mufiz, Kapolresta Pekalongan Drs Edy Suyanto, dan Wakapolresta Kompol Adi Wibowo. Hadir juga
seluruh kapolsekta di jajaran Polresta Pekalongan. Puluhan kiai dan ulama yang menjadi kerabat dekat almarhum juga meluangkan waktu untuk bertakziah
ke kediaman KH Tohir di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan.
Menurut keterangan dokter pribadinya, dr H Basir, kepada wartawan, KH Tohir sebenarnya tidak mempunyai penyakit jantung. Justru selama ini, lanjut dia, almarhum malahan menderita kencing manis. Selama menjadi pasiennya yang sudah cukup lama, akhir-akhir ini kesehatannya menunjukkan kemajuan yang baik.
''Serangan jantung koroner ini mendadak. Kemungkinan akibat beliau banyak pikiran,''ujar dia.
Selanjutnya Basir menjelaskan, seperti biasanya, begitu memasuki waktu shalat subuh, almarhum bangun dan shalat. Seusai shalat, KH Tohir merasa
sakit di dadanya, sehingga segera tiduran di kamar. Lebih kurang pukul 05.30, almarhum merasakan sakit tidak sadarkan diri.
Melihat hal itu, pihak keluarga langsung memanggil dr Basir. Sekitar pukul 05.55 WIB dokter pribadi KH Tohir itu datang dan memeriksanya. Namun KH Tohir telah meninggal dunia.
Kepergian kiai karismatik asal Kota Pekalongan untuk selamanya ini membuat warga sekitar dan para santrinya bersedih. Mulai pagi hingga sore hari (saat
almarhum dimakamkan), ribuan warga yang ingin bertakziah silih berganti datang ke rumah kediaman. Puncaknya, pada saat acara pemakaman, puluhan ribu
orang yang datang dari seluruh penjuru hingga luar Kota Batik memenuhi sepanjang jalan yang akan dilewati jenazah menuju pemakaman.(SM/Cih)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
6
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
Terkini
Lihat Semua