Lagi, Lakpesdam NU Sorong Bimbing Warga Masuk Islam
NU Online · Sabtu, 6 Januari 2024 | 17:00 WIB
Sorong, NU Online
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kota Sorong, Papua Barat, membimbing seorang warga masuk Islam, pada Jumat (5/1/2024).
Warga bernama Tridora Wijaya Dawolo, adalah salah satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat Prada. Ia berdinas di Korem 181/PVT Papua Barat Daya.
Tridora mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor NU setempat, dibimbing oleh Koordinator Dakwah dan Ideologi Lakpesdam NU Kota Sorong Ustadz Muhammad Mahersya Putra.
Baca Juga
Wali Nikah bagi Perempuan Mualaf
Tridora yang merupakan pemuda asli Nias, Sumatera Utara, itu mengaku menjadi mualaf kerana keinginan sendiri. "Saya menganut agama Islam ini atas dasar keinginan saya dan keyakinan saya sendiri, tidak karena ada paksaan atau bujukan dari siapa pun," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima NU Online.
Prosesi disaksikan oleh para pengurus Lakpesdam NU Kota Sorong, Novi Pratama Putra (Sekretaris), M. Ali masrukin (Wakil II), Ferry F (saksi) dan beberapa Nahdliyin.
Lakpesdam Kota Sorong sebelumnya juga diberitakan membimbing warga Kampung Solal, Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, atas nama Kaka Onesimus Kelyai Penaonde (32) masuk Islam di Kantor NU setempat, Kamis (14/12/2023).
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Ahad (24/12/2023), Lakpesdam NU Kota Sorong menandatangani memorandum of understanding (MoU) pembinaan mualaf bersama MCI (Mualaf Center Indonesia) Sorong Raya.
Ketua Lakpesdam NU Kota Sorong Alvita Yan Hanggono menjelaskan, kerja sama ini dimaksudkan untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk mereka para mualaf, orang yang baru masuk Islam.
“Kerja sama meliputi pemberdayaan mualaf di aspek keagamaan, sosial, dan ekonomi,” terang Yan.
Lakpesdam NU Kota Sorong akan memfasilitasi tenaga pengajar, panduan keagamaan, dan pendampingan dalam proses pembinaan mualaf.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua